CARACAS, MAL – Venezuela dilanda dua gempa bumi kuat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni 2026 di wilayah pesisir utara, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah negara itu, dengan jumlah korban gempa Venezuela terus bertambah.
Pembaruan data pada 26 Juni 2026, yang disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, mencatat bahwa korban meninggal dunia telah mencapai 920 orang. Sementara itu, 3.360 orang mengalami luka-luka akibat guncangan dahsyat ini.
“Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar itu meningkat menjadi 920 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 3.360 orang,” kata Jorge Rodríguez.
Tidak hanya itu, ribuan warga kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka rusak atau hancur. Laporan operasi tanggap darurat menyebut lebih dari 3.000 orang terpaksa mengungsi dan memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak, termasuk makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat penampungan sementara.
Tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja intensif di berbagai lokasi terdampak. Hingga beberapa hari setelah bencana, lebih dari 170 orang masih dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.
“Lebih dari 170 orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan setidaknya 3.000 orang kehilangan tempat tinggal,” demikian pernyataan yang dikutip dalam laporan operasi SAR dan penanganan pengungsi.
Kerusakan infrastruktur paling parah terjadi di negara bagian pesisir La Guaira, wilayah terdekat dengan pusat gempa. Bangunan permukiman, fasilitas publik, dan infrastruktur layanan masyarakat di kawasan ini mengalami kerusakan berat akibat guncangan, menambah daftar panjang korban gempa Venezuela secara tidak langsung.
“Kerusakan terparah terjadi di negara bagian pesisir La Guaira… lebih dari 100 bangunan runtuh dan sedikitnya 70 ribu keluarga terdampak,” kata Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri Venezuela.
Laporan lainnya juga mencatat sedikitnya 383 bangunan mengalami kerusakan signifikan, termasuk rumah tinggal, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, dan sekolah. Kerusakan struktural diperparah oleh banyaknya gempa susulan yang terus terjadi setelah guncangan utama, meningkatkan risiko bagi warga serta tim penyelamat.
Bencana ini memicu krisis kemanusiaan yang meluas, dengan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan rumah sakit kewalahan menangani lonjakan pasien korban gempa. Pemerintah Venezuela bersama tim SAR nasional terus melakukan evakuasi dan pencarian korban di bawah reruntuhan.
Sejumlah negara dan organisasi internasional juga mengirimkan bantuan kemanusiaan serta dukungan personel untuk mempercepat proses penyelamatan dan pemulihan. Angka korban gempa Venezuela masih berpotensi bertambah, mengingat banyak wilayah terdampak masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Data resmi terus diperbarui dari waktu ke waktu. ***

