SIGI – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Pemerintah Kabupaten Sigi yang dipusatkan di Masjid Nurul Iman, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, Sabtu (21/3) pagi.
Shalat Idul Fitri yang dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Sekretaris Kabupaten Sigi serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sigi dan ratusan jamaah. Bertindak sebagai khatib Idul Fitri Ketua PB Alkhairaat, KH. Husen Habibu.
Dalam khutbahnya, KH. Husen Habibu mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sarana memperkuat persatuan dan memperbaiki diri, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ia juga menyinggung berbagai musibah besar yang pernah melanda wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi, seperti bencana Gempa dan Tsunami Palu 2018 yang disertai likuefaksi di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala.
“Musibah besar telah kita lalui bersama. Gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang mengguncang daerah kita menjadi ujian berat. Belum selesai kita bangkit, dunia kembali diuji dengan pandemi COVID-19 yang turut berdampak pada seluruh aspek kehidupan,” katanya.
Menurutnya, berbagai ujian tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk semakin memperkuat kebersamaan dan solidaritas dalam membangun daerah. KH. Husen Habibu juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan sikap, serta menghindari fitnah yang dapat merusak persatuan di tengah masyarakat.
“Kita sering mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi sulit melihat kekurangan diri sendiri. Karena itu, mari kita jaga lisan, tahan tangan, dan perbaiki hati. Jangan merasa diri paling benar, paling suci, sementara merendahkan orang lain,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui hakikat kebaikan seseorang, sehingga umat diminta untuk lebih banyak introspeksi diri daripada menghakimi orang lain. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat umum untuk bersatu dalam membangun Kabupaten Sigi.
“Mari kita tinggalkan perpecahan, hindari fitnah, dan bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini. Persatuan adalah kunci kekuatan kita,” pungkasnya.

