PALU, MAL – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengajak masyarakat, khususnya para keluarga, untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai.
Ia menekankan pentingnya menjadikan rumah sebagai ruang utama untuk membangun komunikasi serta kedekatan antaranggota keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Bunda Wiwik, sapaan akrab wanita yang menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPW PKS Sulawesi Tengah ini menegaskan perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendekatkan manusia, bukan justru membuat hubungan keluarga semakin berjarak.
“Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendekatkan, bukan alasan untuk menjauh,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ini.
Menurutnya, kehadiran gawai telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, memungkinkan masyarakat terhubung dengan mudah meski jarak memisahkan.
Namun, kata dia, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga berpotensi mengurangi kualitas interaksi dengan orang-orang yang justru berada paling dekat. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap keluarga agar dapat `Bijak Gawai Keluarga`.
“Gawai membuat kita mudah terhubung dengan mereka yang jauh. Namun tanpa disadari, gawai juga bisa membuat kita kehilangan hal yang paling dekat: percakapan dengan keluarga, tatapan penuh perhatian, dan waktu kebersamaan,” katanya.
Karena itu, Bunda Wiwik mengajak setiap keluarga untuk mulai membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan waktu tanpa gawai di lingkungan rumah.
Momen makan bersama, berbincang dengan anggota keluarga, mendampingi anak belajar maupun beraktivitas, hingga sekadar duduk bersama, dapat menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan emosional dalam keluarga dan menerapkan `Bijak Gawai Keluarga`.
“Mari mulai dari rumah. Ciptakan waktu tanpa gawai. Saat makan bersama, berbincang, mendampingi anak, atau sekadar duduk bersama—letakkan sejenak gawai dan hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang kita cintai,” tuturnya.
Ia menekankan, keluarga tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga membutuhkan koneksi hati. Kehadiran secara fisik perlu disertai perhatian dan keterlibatan secara emosional agar komunikasi dalam keluarga tetap hangat dan `Bijak Gawai Keluarga` dapat terwujud secara optimal.
“Karena keluarga tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga koneksi hati,” tegasnya.
Bunda Wiwik berharap gerakan bijak menggunakan gawai dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan menjadi budaya positif dalam keluarga.
Orang tua juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi anak-anak dalam menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Waktunya bersama, bukan bersama gawai,” pungkasnya. ***
