DONGGALA – Kelompok Perempuan Maju Jaya, Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala mengikuti pelatihan pencatatan keuangan sederhana yang dilaksanakan Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Senin(11/05).

Kegiatan ini dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kegiatan penguatan pengetahuan komunitas.

“Pencatatan keuangan yang baik menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha. Dengan catatan yang rapi, kelompok dapat mengetahui kondisi keuangan usaha, mengevaluasi perkembangan usaha, serta mengambil keputusan yang lebih tepat untuk keberlanjutan usaha di masa mendatang,” ujar Buhana selaku pemateri pelatihan.

Ia mengatakan, dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar pencatatan keuangan, mulai dari mencatat pemasukan, pengeluaran, saldo kas, hingga perhitungan keuntungan usaha.

Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan contoh-contoh nyata yang sesuai dengan aktivitas usaha ternak yang dijalankan oleh kelompok, sehingga peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkannya.

“Kami berupaya dengan pencatatan keuangan yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan dalam pengelolaan usaha dapat dijalankan secara bertahap dengan banyak melakukan praktik pengelolaan keuangan sehingga kelompok mulai terbiasa, jika terjadi kesalahan dalam pencatatan dapat dievaluasi dan menjadi pembelajaran untuk perbaikan selanjutnya,” kata Buhana.

Kelompok Usaha Ternak Perempuan Maju Jaya merupakan kelompok perempuan yang mengembangkan usaha ternak atas dukungan PT Mamuang sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di desa Rio Mukti.

Melalui pelatihan, anggota kelompok diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengelola keuangan kelompok.

Selain itu, peserta juga melakukan praktik langsung menyusun buku kas sederhana yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Nengah Wantri, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan, dengan kegiatan ini, ia dapat belajar dan memahami tentang keuangan karena selama ini belum pernah mendapatkan informasi dan bagaimana mengelola keuangan usaha.

”Saya butuh bagaimana detailnya dalam mengelola keuangan agar kelompok kami lebih maju dari sebelumnya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Wayan Ani. Ia mengatakan, dari yang belum ia pahami dan mengerti terkait keuangan, sekarang menjadi mengetahui pengeluaran dan pemasukan dan bagaimana mengelolanya.

”Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini jadi semangat untuk terus memajukan kelompok ini,” ujarnya. ***