Jelang Masa New Normal Covid-19, Untad Siapkan 50 Unit Wastafel Portabel

oleh
Satgas Covid-19 Untad menyerahkan secara simbolis Wastafel Portabel kepada Rektor Untad, Prof. Mahfudz, di Rektorat Untad, Selasa (02/06) (FOTO : IST)

PALU – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Universitas Tadulako (Untad) membagikan alat pencegahan virus corona diantaranya  tempat pencucian tangan (Wastafel portabel), cairan disinfektan, dan masker.

Alat pencegahan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Rektor, Prof. Mahfudz  oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Untad, dr. Ketut Suarayasa, di Halaman Rektorat Untad, Selasa (06/02).

Rektor Mahfudz  mengatakan, bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada pihak fakultas dan beberapa ditempatkan di area Rektorat.

“Saya mengapresiasi atas kesigapan Satgas Covid-19 Untad dalam pencegahan virus corona. Bantuan ini merupakan bentuk upaya nyata Untad dalam memerangi penyebaran virus corona. Alhamdulillah, alat pencegahan penyebaran Covid-19 sangat dibutuhkan untuk fakultas-fakultas,” terangnya.

Total  Wastafel portabel yang dibagikan Satgas Covid-19 Untad berjumlah 50 unit. Jika sebagian besar tempat cuci tangan harus memutar/membuka keran dengan tangan, tidak demikian tempat wastafel yang dibagikan Satgas Covid-19 Untad.

Penggunaannya dengan cara diinjak pada bagian bawah menyerupai pedal rem mobil. Ini sebagai upaya meminimalisir sentuhan tangan. Rektor menganggap pembagian alat pencegahan Covid-19 sangat tepat menjelang pemberlakuan new normal.

Olehnya Rektor berharap Satgas Covid-19 Untad terus bekerja maksimal agar lingkungan kampus tetap bebas dari virus corona. Satgas Covid-19 Untad diminta memperketat protokol pencegahan virus corona.

“New normal mengharuskan kita kembali berkantor atau work from office (WFO). Tentu kita tidak boleh tinggal diam, terutama saudara-saudara yang diberi amanah menjadi Satgas. Jumlah dosen, pegawai ribuan, ditambah dengan mahasiswa puluhan ribu, sesuatu yang tidak mudah,” ucap Mahfudz.

Rektor menambahkan agar Satgas Covid-19 terus menambah jumlah tempat pencucian tangan. Diupayakan setiap ruang kuliah memiliki tempat pencucian tangan agar new normal bisa diberlakukan. Dengan begitu, perkuliahan tatap muka bisa kembali berlangsung di kampus Untad.

“Memang yang paling krusial ini proses pembelajaran, terus terang ini yang membuat saya tidak tidur. Kita harus mempersiapkan diri agar apa yang dilakukan tidak menjadi kenyataan Untad menjadi klaster baru. Kita harus bekerja keras lagi ketika pegawai kita dan anak-anak kita kembali masuk,” pungkasnya.

Untad sendiri dikatakan masih harus menunggu petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemberlakukan new normal. Saat ini Untad masih memberlakukan work from home dan proses pembelajaran secara online sampai 4 Juni. (YAMIN)