RAMAT NEGEV, MAL – Israel dilaporkan mulai menggali parit buaya di sekitar penjara Ketziot, lokasi ribuan warga Palestina ditahan. Proyek pembangunan parit ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan penjara dan disebut-sebut akan diisi oleh buaya.

Media Israel Yedioth Ahronoth, yang dikutip oleh Middle East Monitor, melaporkan pada 22/07 bahwa petugas tengah sibuk menggali parit-parit di penjara Ketziot. Parit ini direncanakan membentang sekitar 170 meter di sekitar fasilitas penahanan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius untuk menjaga keamanan salah satu penjara dengan tingkat pengamanan tertinggi di Israel.

Seorang pejabat di Ramat Negev, lokasi geografis penjara Ketziot, menjelaskan bahwa parit digali di dalam kompleks penjara, tepatnya mengelilingi salah satu sayap khusus. Dengan demikian, keberadaan parit buaya penjara Israel ini tidak akan terlihat dari luar area penjara. Meskipun persiapan sedang dilakukan, masih menjadi pertanyaan apakah buaya benar-benar akan ditempatkan di sana.

Dinas Penjara Israel disebut akan bertanggung jawab penuh untuk merawat, mengawasi, dan menampung buaya-buaya tersebut jika proyek ini berlanjut. Bahkan, petugas penjara juga akan diberikan pelatihan khusus guna menangani hewan buas ini dengan aman. Ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam merealisasikan ide parit buaya penjara Israel.

Proyek kontroversial ini muncul setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup, Idit Silman, membuat keputusan untuk mengklasifikasikan buaya Nil sebagai ‘hewan liar yang dijinakkan’. Klasifikasi ini padahal bertentangan dengan pendapat penasihat hukum kementerian itu dan berbagai ahli lain yang meragukan keputusan tersebut. Kategori baru ini membuka jalan bagi penggunaan hewan ini dalam konteks parit buaya penjara Israel.

Langkah Menteri Silman tersebut disambut baik oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir. Dia memuji keputusan itu sebagai langkah yang membuka jalan bagi proyek ini, seraya menyatakan bahwa fase percontohan penjara buaya secara resmi telah dimulai. Ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap implementasi parit buaya penjara Israel.

“Siapa pun yang mengira ini hanya sebuah aksi publisitas tentu salah,” kata Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional.

Penjara Ketziot sendiri merupakan penjara terbesar di Israel dan dikenal memiliki tingkat keamanan paling ketat di seluruh negeri. Fasilitas ini telah lama digunakan untuk menahan warga dari Jalur Gaza dan Tepi Barat. Keberadaan parit buaya penjara Israel ini menambah lapisan keamanan ekstrem pada fasilitas tersebut.

Menurut data lembaga penahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel melonjak drastis hingga 83 persen sejak agresi pemerintahan Benjamin Netanyahu di Gaza pada Oktober 2023. Angka tersebut melampaui 9.600 tahanan, dibandingkan dengan jumlah sebelum agresi tersebut. Situasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam populasi tahanan yang kini akan berhadapan dengan langkah keamanan baru di Ketziot.