PALU- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus daerah (Pengda) Sulawesi Tengah (Sulteng) , bersilaturahmi dengan pihak Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Selasa (25/1) kemarin.
Silaturahmi ini dilakukan dalam rangka mengajak pihak Unismuh untuk menjalin kerja sama atau berkolaborasi untuk menciptakan mahasiswa yang mempunyai keahlian dalam bidang jurnalistik khususnya peyiaran pertelevisian.
Hal itu mengingat, di Unismuh Palu terdapat salah satu program studi di Fakultas Agama Islam, yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Pertemuan tersebut dihadiri ketua dan sejumlah pengurus IJTI Pengda Sulteng, Rektor Unismuh Palu, Wakil Rektor I, II, III dan Kabag Humas Unismuh Palu.
“Setidaknya dengan pertemuan ini kita berkolaborasi dengan baik, sehingga mahasiswa- mahasiswa yang ada di program studi tersebut juga bisa paham terkait penyiaran, khususnya pertelevisian,”jelas Hendra, Ketua IJTI Sulteng, kepada MAL Online, Rabu, (26/1).
Menurut Hendra, saat ini minat mahasiwa yang telah menyelesaikan program studinya di Universitas terhadap profesi jurnalis khususnya jurnalis televisi sangatlah kurang.
“Mungkin mereka belum mengerti tentang dunia penyiaran dan pertelevisian, makanya minat itu terbilang kurang. Nah, insya Allah dengan kerja sama ini, mahasiswa yang keluar dari Unismuh bisa paham, setidaknya mereka mengerti tentang penyiaran dan pertelevisian, dan bisa mereka terapkan diluar, “tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unismuh Palu, Prof.Dr Rajindra menyambut baik kedatangan IJTI Sulteng. Menurutnya, rencana kerja sama ini akan ditindak lanjuti oleh pihak Unismuh.
“Terima kasih, nanti tekhnisnya bisa di Warek I, ini termaksud penting karena kami juga punya program studi yang kaitannya dengan penyiaran,”tuturnya.
Menurut Rejindra semoga dengan silaturahmi ini, hubungan antar jurnalis khususnya jurnalis televisi dengan Unismuh Palu terjaga dengan baik.
“Saya kira ini sangat baik, ada hubungan yang saling menguntungkan,” terangnya.
Ia juga, menjelaskan bahwa pada tahun ini, Unismuh Palu juga akan membuka program studi baru, yakni bisnis digital.
“Nanti kalau misalnya kerjasama ini bisa berjalan dengan baik, jadi bukan hanya jurusan komunikasi danpPenyiaran Islam saja jurusan lain juga bisa ikut belajar tentang penyiaran dan pertelevisian,” tutupnya.
Reporter: Ikram/Editor: Nanang

