Guru Tua: Cinta dan Karya Nyata

oleh -
Hasan bin Ali Aljufri

12 Syawal 1424 Hijriyah akhirnya Allah takdirkan Abnaul Khairat, pencinta Pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) untuk melaksanaan dan menghadiri peringatan Haul tahun ini, tepat pada hari Sabtu, tanggal 14 Mei 2022 M.

Moment yang telah lama dinanti sebagai salah satu ajang silaturahmi. Moment dimana yang hadir  bisa mendengarkan, mengenang dan diharapkan bisa meneladani kisah perjuangan Habib Idrus, sebagaimana dikatakan :

فتشبهوا ان لم تكونوا مثلهم # إن التشبه بالكرام فلاح

Teladanilah mereka, kalau kalian tidak bisa menjadi seperti mereka karena meneladani orang-orang sholeh adalah sebuah keberuntungan.

Habib Idrus adalah pahlawan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah. Menghabiskan umurnya untuk menyebar kebaikan. Dan kemanfaatan beliau adalah sosok yang Allah sebutkan dalam Alquran :

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Haul tahun ini terasa beda. Terasa lebih dinanti karena setelah dua tahun tidak bisa memperingatinya disebabkan merebaknya virus pandemi covid 19.

Sisi lain, ada yg membuat haul kali ini juga terasa beda. Dan menurut Alfaqir, suasananya terasa lebih haru, terasa ada yang kurang. Adalah, karena kali ini, Jiddi  Almahbuub Alqhali AlHabib Saggaf bin Muhammad Ajufri, Ketua Utama Alkhairat, khalifah dari Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang selama kurang lebih 40 tahun menggantikan posisi kakeknya, tak lagi hadir bersama kita secara fisik. Tak lagi kita dengar amanat yang selalu dinanti, di ujung akhir acara haul. Tak ada lagi lantunan  doanya yang khas, tak bisa kita pandang lagi wajahnya walaupun dari kejauhan. Wajah yang bisa mengantarkan kita pada wajah kakeknya. Wajah yang Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam sifati :

الَّذِينَ إذا رُؤُوا ذُكِرَ اللَّهُ

Wajah yang ketika dilihat mengingatkan kita kepada Allah.

Yah, inilah Haul Habib Idrus pertama, tanpa kehadiran Jiddi (Habib Saggaf). Padahal setiap Haul, salah satu yang momen yang paling kami nantikan adalah amanat dan  doa dari Habib Saggaf.

“Doa itu kami bawa pulang”, begitu kata tamu-tamu Houl mengutarakan isi hatinya.
“Kami seperti memandang wajah Habib Idrus jika melihat Habib Saggaf”, begitu kata yg lain.
“Mencium tangan beliau menjadi moment paling kami rindukan”, itulah kira-kira ungkapan hati abna alkhairat.

Beliau adalah sosok yang Imam Haddad sebutkan dalam syairnya :

بهم يدفع الله البلايا ويكشف الر # زايا ويسدي كل خير ونعمة

Bagi kita abnaul khairat bahkan umat islam khsusnya di Indonesia Timur pasti merasakan kehilangan yang mendalam . Tapi Mereka telah selesai menjalankan tugasnya mereka kembali ke sisi Tuhan dengan cara indah dan manis

رضي الله عنهم ورضوا عنه

Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada ketetapan Allah

Masalahnya bagaimana kita? Sesedih apapun, seberat apapun  life must go on. Kepergian mereka tidak  bisa  membuat kita kehilangan spirit nya, spirit yang telah habib Idrus bangun selama ini, semangat perjuangan membina ummat tampa pamrih. Mencerdaskan ummat membawa ummat pada akhlak nabawi, Itulah inti dr peringatan houl. Untuk tetap menggelorakan semangat  perjuangan pada setiap yang mengaku mencintainya, Pada setiap yang mengaku sebagai pengagumnya apalah lagi muridnya, sebagai abna Alkhairat pencinta guru tua  buktikan dengan karya nyata buktikan dengan pengabdian dan kepedulian pada lembaga yg beliau sdh asaskan. sebagaimana iman dibuktikan dengan amal shaleh begitu pula cinta dibuktikan dengan ketaatan dan mutabaah (penteladanan)

إِنَّ المُحِبَّ لِمَن يُحِبُّ مُطيع

Karena pencinta akan taat kepada yang dia cintai.

Semua kita berutang pada habib Idrus siapapun kita , keturunanya, murid, pemerintah, bahkan bangsa ini, harus diakui jasa dan kontribusi Guru tua untuk bangsa ini. Jasa habib Idrus luar biasa karena beliau membina jiwa Membangun jiwa sebagaimana dalam lagu kebangsaan Indonesia “bangunlah jiwanya” guru tua sudah melakukannya. Alangkah naifnya jika kita tak melihat dan memelihara yg sdh beliau persembahkan.

Dalam setiap amanahnya Habib Saggaf bahkan menitip pesan pada pemerintah untuk menjaga jika ada lembaga pendidikan Alkhairat di daerahnya untuk diperhatikan, karena pendidikan, apalah lagi pendidikan agama, adalah tanggung jawab bersama. Yakinlah saat kita terlibat dalam kebaikan Allah membalasnya berlipat ganda. Jangan merasa bajwa berjasa kepada Alkhairat kerena memabntu tapi Alkharatlah yang berjasa karena sudah melibatkan kita dalam kebaikannya. Kelak di akhirat kitalah yang akan berucap terimah kasih pada Alkhairat . Alkhairat berandil besar dalam mencerdaskan anak bangsa bukan dari segi intelektual saja tapi juga secara spiritual dan enosional.

Kita tak bisa membalas jasa Habib Idrus sekuat apapun kita berusaha sebagaimana beliau katakan dalam syairnya kau tidak akan mampu membalas jasa seorang guru sekalipun kau berikan mereka dunia dan isinya beliau ibarat mutiara  yang membuka mata dan hati masyarakat ini untuk mengenal Rabbul alamin. maka kalau tidak mampu membalas jasa mereka setidaknya kita bisa menjaga apa yang diamanahkan tmelanjutkan apa yang mereka perjuangkan,dan memperhatikan apa yang mereka titipkan  kerena yakinlah habib Idrus  selalu hadir di antara kita mengawasi kita begitu kata Habib Saggaf .

Terakhir saya mengutip perkataan Ibnul Wardi dalam salah satu syairnya :

لا تقل قد ذهب اربابها كل من صار على درب وصل

“Jangan katakan bahwa orang-orang hebat telah pergi dan kita gak akan bisa seperti mereka , karena setiap yang berjalan di jalan mereka pasti akan sampai.”

Semoga niat tulus kita diterima oleh Allah, dosa-dosa kita diampuni dan kita mendapatkan ridha Allah melalui ridha mereka kekasih  Allah sebagaimana doa penutup haul yang selalu habib Saggaf munajatkan dan kita ikuti bersama :

يا ربنا يا مجيب
يا حاضرا لا يغيب  توسلنا اليك بالحبيب  تقضي حاجتنا قريب

Wahai Tuhan yg selalu menjawab doa, Tuhan yg selalu hadir, kami bermunajat padaMu melalai waliyullah Habib Idrus bin Salim Aljufri, kabulkan hajat-hajat kami.

***

رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ # وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ
وَأَمِتْـنَا فِي طَرِيْقَتِهِمْ # وَمُعَـافَاةٍ مِنَ الْفِتَنِ

تريم ٨ شوال ١٤٤٢ ه‍
Tarim 8 Syawal 1442 H
Alfaqir Sibthul Habib  Saggaf bin Muhammad Aljufri:

Hasan bin Ali Aljufri
Mahasiswa Univ Alahkaf Yaman