MEXICO CITY – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang mengguncang Kolombia mencapai 132 orang. Sebanyak 570 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, berdasarkan data terbaru pemerintah Kolombia yang dikutip stasiun televisi Caracol.
Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 111 korban meninggal dunia dan 87 orang mengalami luka-luka.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu mengguncang Kolombia pada Senin pagi. Episentrum berada di sekitar wilayah administratif San José del Palmar, Distrik Chocó. Getarannya dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia hingga sejumlah negara tetangga, termasuk Venezuela, Ekuador, dan Panama.
Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur. Sedikitnya 1.575 bangunan tempat tinggal dilaporkan mengalami kerusakan, dengan 61 bangunan di antaranya hancur total.
Kerusakan turut terjadi pada berbagai fasilitas publik, meliputi 18 fasilitas kesehatan, 52 institusi pendidikan, 18 ruas jalan, dan tujuh bandara.
Wilayah yang dilaporkan mengalami dampak paling parah berada di Pereira dan kawasan Coffee Axis, serta sejumlah wilayah di Distrik Valle del Cauca dan Chocó.
Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional dan mengerahkan tim pencarian serta penyelamatan ke daerah-daerah yang terdampak paling parah. Tim penyelamat dikerahkan dari sejumlah kota, antara lain Bogotá, Envigado, Yopal, dan Medellín, untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan.
Jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pencarian dan penyelamatan. Gempa kuat di Kolombia ini mengingatkan kita pada pengalaman gempa besar yang pernah mengguncang Palu dan Sulawesi Tengah. Kekuatan gempa bukan hanya diukur dari angka magnitudonya, tetapi juga dari kedalaman, lokasi episentrum, kondisi tanah, kepadatan permukiman, serta kesiapan masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi bencana. Pengalaman Palu menjadi pengingat bahwa wilayah yang berada di jalur sesar aktif harus selalu membangun kesiapsiagaan, karena gempa besar dapat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.
***
