SIGI, MAL – Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi dan wilayah sekitarnya pada Selasa 16/06 pukul 11.27 WITA, menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, serta infrastruktur jalan dan jembatan. Dampak **gempa Sigi** ini paling parah terasa di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga melalui Kabag Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat menyampaikan, hasil pendataan sementara hingga pukul 15.30 WITA menunjukkan Palolo dan Nokilalaki menjadi wilayah paling terdampak karena relatif dekat dengan pusat **gempa Sigi** di Parigi Moutong.
Di Kecamatan Palolo, sedikitnya 15 rumah mengalami rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Satu rumah ibadah juga mengalami kerusakan pada bagian bangunan. Beberapa ruas jalan lingkungan retak dan akses sempat terganggu akibat pohon tumbang.
Sementara itu, di Kecamatan Nokilalaki, kerusakan meliputi lima rumah warga, tiga rumah ibadah, dan satu fasilitas pendidikan. Selain itu, **gempa Sigi** juga memutuskan akses jalan penghubung antar wilayah dan merusak sejumlah jembatan utama.
“Seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kabag Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat.
Selain Palolo dan Nokilalaki, dampak **gempa Sigi** turut dirasakan di Sigi Kota, Sigi Biromaru, Gumbasa, Dolo, dan Dolo Barat. Kerusakan di kecamatan-kecamatan ini bervariasi, meliputi rumah warga, bangunan pemerintah, serta fasilitas umum lainnya.
Data sementara mencatat total 20 rumah rusak berat, 16 rumah rusak ringan, dua fasilitas pendidikan terdampak, dan empat rumah ibadah rusak. Angka ini kemungkinan masih bisa bertambah seiring pendataan lebih lanjut.
“Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa. Namun, sejumlah warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Iptu Nuim Hayat.
Sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka, khawatir terhadap potensi gempa susulan dan runtuhan bangunan yang sudah rusak. Situasi ini menunjukkan tingkat kekhawatiran masyarakat pascagempa.
Polres Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), TNI, dan instansi terkait lainnya bergerak cepat melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta pengamanan di lokasi terdampak. Upaya ini untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi pasca **gempa Sigi**.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, sebanyak 48 personel Brimob Polda Sulawesi Tengah juga disiagakan untuk memperkuat penanganan pascagempa. Mereka akan membantu proses evakuasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, maupun instansi terkait, serta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sigi terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan bersama pemerintah daerah tetap bersiaga untuk memberikan pelayanan, bantuan, dan perlindungan kepada masyarakat.

