BOGOTA, MAL – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8) terus bertambah. Hingga Rabu (13/8), pemerintah Kolombia melaporkan sedikitnya 265 orang meninggal dunia, 3.494 orang mengalami luka-luka, dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah. Pemerintah kini memusatkan upaya pada pencarian ratusan warga yang belum ditemukan.

“Sayangnya, 265 orang tewas, 3.494 orang terluka, dan jumlah korban hilang meningkat menjadi 496 orang. Fokus utama kami saat ini adalah menemukan mereka yang masih hilang,” ujar de la Espriella dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat.

Data terbaru menunjukkan gempa telah berdampak pada 53.816 warga yang berasal dari 25.872 keluarga. Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan fasilitas publik.

Pemerintah mencatat sebanyak 53.816 rumah dan 140 gedung mengalami kerusakan. Sementara itu, 1.819 institusi pendidikan, 631 pusat komunitas, dan 179 fasilitas kesehatan turut terdampak akibat kuatnya guncangan.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi dan layanan dasar. Sedikitnya 20 jembatan tol, 203 ruas jalan, 44 instalasi penyediaan air bersih, serta lima bandara dilaporkan mengalami kerusakan.

Sebelumnya, otoritas daerah melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 241 orang dengan 279 warga masih hilang. Namun, seiring berlanjutnya proses evakuasi dan pendataan, angka korban terus bertambah.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu mengguncang wilayah Choco pada pagi hari. Getarannya dirasakan hampir di seluruh wilayah Kolombia hingga ke beberapa negara tetangga, memicu kepanikan dan kerusakan di berbagai daerah.

Hingga kini, tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.**