SIGI, MAL. Ratusan santri bersama pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Alkhairaat Dolo di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Sigi, menggelar doa bersama santri pascagempa Sigi pada Selasa (16/06).

Kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual dan doa tolak bala’ menyusul gempa bumi Magnitudo 6,7 yang kembali mengguncang wilayah Sulawesi Tengah.

Prosesi kegiatan doa bersama santri pascagempa Sigi tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Surah Al Mulk, dilanjutkan dengan Hadrah Basaudan dan doa. Seluruh rangkaian acara berlangsung khusyuk di halaman masjid lingkungan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Alkhairaat Dolo, dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Habib Ali bin Hasan Aljufri.

Dalam kesempatan itu, Habib Ali bin Hasan Aljufri memimpin santri memanjatkan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Sulawesi Tengah serta memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana. Mereka juga berharap agar wilayah Sulawesi Tengah dijauhkan dari marabahaya.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama agar kita senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana,” kata Ustaz Ikbal Mansur, Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Alkhairaat Dolo.

Ustaz Ikbal Mansur turut mengajak seluruh santri untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi pascagempa, serta memperbanyak doa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Langkah spiritual ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi warga pondok pesantren dan masyarakat umum.

Menurut Ustaz Ikbal, kegiatan doa bersama pascagempa Sigi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian antar sesama umat, terutama bagi mereka yang terdampak gempa di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Ini sekaligus menjadi sarana mempererat solidaritas antarwarga pondok pesantren.

Pembacaan Hadrah Basaudan dan Doa Tolak Bala’ berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kekhusyuan. Ratusan santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Alkhairaat Dolo menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi pascagempa yang melanda wilayah mereka. ***