PARIMO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI sederajat secara daring dan dibagi dalam beberapa gelombang.
Pelaksanaan TKA dilakukan dalam dua tahap. Gelombang I tahap I berlangsung pada 20-21 April, dilanjutkan tahap II pada 22-23 April.
Sementara itu, gelombang II tahap I dijadwalkan pada 27-28 April dan tahap II pada 29-30 April. Disdikbud juga menyiapkan gelombang khusus pada 25-26 April bagi sekolah atau siswa yang belum sempat mengikuti ujian pada jadwal sebelumnya.
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan setiap hari pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi, menyesuaikan jumlah peserta di masing-masing sekolah.
“Dalam satu sesi, jumlah peserta maksimal sebanyak 20 siswa. Jika jumlah siswa lebih banyak, maka pelaksanaan dibagi hingga tiga sesi,” ujarnya saat ditemui, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, TKA berbasis online dengan materi yang mencakup literasi dan numerasi. Literasi meliputi kemampuan berbahasa Indonesia, sedangkan numerasi berkaitan dengan matematika.
Selain itu, pelaksanaan TKA juga terintegrasi dengan survei karakter dan survei lingkungan belajar yang sebelumnya menjadi bagian dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dengan sistem ini, ANBK tidak lagi dilaksanakan secara terpisah.
Peserta TKA difokuskan pada siswa kelas VI, sementara siswa kelas I hingga V diliburkan selama pelaksanaan ujian.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, terutama di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet dan listrik seperti daerah pegunungan di Tinombo, Palasa, dan Tomini, Disdikbud telah melakukan pemetaan sarana dan prasarana sejak awal.
Sekolah dengan fasilitas memadai ditetapkan sebagai pelaksana mandiri, sedangkan sekolah yang memiliki keterbatasan diarahkan untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki infrastruktur lebih baik.
Disdikbud juga telah menggelar simulasi dan gladi guna memastikan kesiapan teknis. Sekolah yang mengalami kendala saat simulasi disarankan untuk berkoordinasi dan tidak memaksakan pelaksanaan mandiri.
Selain itu, pihak Disdikbud telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk memastikan kestabilan listrik dan jaringan selama pelaksanaan TKA. Hingga hari ketiga gelombang I tahap II, belum ada laporan gangguan signifikan, terutama terkait pemadaman listrik.
Pelaksanaan TKA ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Parimo.

