PALU – Pelatih Fabio Oliviera secara resmi membuka coaching clinic dan seminar pelatih yang bertempat di Gedung Kasiromu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah (Sulteng), Jalan Dr. Soetomo, Kota Palu, Jumat.

Coaching clinic dan seminar tersebut diikuti oleh 30 pelatih dari berbagai klub sepak bola Kota Palu dan sekitarnya.

Fabio mengatakan, sepulangnya dari menerima materi seminar, diharapkan ilmu yang didapatkan bisa disalurkan kepada yang lain, terutama kepada adik-adik yang nantinya menjadi pemain profesional.

Sementara itu, pelatih Riki dalam penyampaian materinya lebih banyak memberikan motivasi. Ia mengatakan, tidak hanya pemain yang memiliki target, seorang pelatih juga harus memiliki target untuk mencapai level pelatih top.

Olehnya itu, kata Riki, guna mencapai level pelatih top, harus memiliki di antaranya rencana tujuan, metodologi pelatihan, mencapai kompetensi yaitu penguasaan teknis dan aspek sepak bola, serta persiapan mental yang cukup kuat.

Salah satu peserta pelatih dari Sekolah Sepak Bola Garuda Yaksa Zahira mempertanyakan seberapa penting lisensi bagi seorang pelatih. Dengan pengalaman di lapangan, ada pelatih yang memiliki lisensi di atas, namun timnya kadang kalah oleh pelatih dengan lisensi di bawah. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lisensi cukup besar.

Menjawab pertanyaan peserta, Fabio Oliviera yang telah berkecimpung selama 30 tahun sebagai pelatih menegaskan bahwa yang terpenting adalah mencari keseimbangan. Sebab, ilmu yang kita dapatkan dengan baik akan menambah wawasan dan pengalaman.

Hal lain ditambahkan pelatih Riki, kalah atau menang dalam sepak bola yang ditangani oleh pelatih dengan lisensi tinggi atau rendah bukan menjadi tolak ukur utama.

Namun, dengan mengikuti seminar, kata dia, dapat menambah ilmu dan wawasan bagaimana pelatih bisa menggali potensi pemain untuk menjadi pemain top level.