PALU – Kolaborasi dan inovasi antara lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat dinilai penting di tengah kondisi pendidikan di Sulawesi Tengah (Sulteng saat ini. Saat ini, kondisi anak didik banyak yang mengalami krisis nilai.
“Termasuk keterlibatan dunia usaha, itu penting untuk membangun pendidikan karakter di sekolah,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, saat menjadi narasumber talkshow pada pembukaan Mukerwil JSIT Wilayah Sulteng, Ahad (19/04).
Menurutnya, penting untuk membangun kolaborasi serta harus ada inovasi dalam peningkatan mutu dan pendidikan karakter. Sebab, kata dia, pendidikan berkarakter bertujuan membangun generasi yang berilmu dan berakhlak.
“Sebab lebih baik memiliki akal sehat tanpa pendidikan, daripada memiliki pendidikan tanpa akal sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain erjadi krisis karakter pada generasi muda, fokus pendidikan saat ini juga masih dominan akademik.
“Olehnya itu, perlu pendekatan holistik, yakni perpaduan ilmu dan nilai. Sebab pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga keluarga, masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Ia juga menguraikan tentang makna kolaborasi, yakni sinergi lintas sektor, kemudian adanya kesamaan visi dan nilai serta tanggung jawab bersama. Tujuannya tidak lain dalam rangka membentuk generasi unggul dan berkarakter.
Sementara inovasi dalam pendidikan, kata dia, yaitu cara baru yang berdampak. Beberapa contohnya, project based learning, digital learning, pembelajaran kontekstual dan program mentoring siswa.
“Tapi prinsip inovasi itu tetap harus berbasis nilai, berkarakter, berkelanjutan serta berorientasi pada peserta didik. Sebab pendidikan karakter nilai utamanya integritas, disiplin, empati, tanggungjawab dan religiusitas. Dalam strategi pendidikan karakter, butuh keteladanan guru dan orang tua, pembiasaan yang harus menjadi budaya sekolah, memiliki lingkungan positif serta berintegrasi,” tandasnya. ***

