PALU – Ketua Umum Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. H. Sagaf S. Pettalongi melantik pengurus BP4 Kota Palu periode 2026–2031 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Senin (25/5) pagi.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari percepatan pembentukan kepengurusan BP4 di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah guna memperkuat ketahanan keluarga dan menekan tingginya angka perceraian di daerah ini.
Dalam arahannya, Prof. Sagaf mengungkapkan bahwa angka perceraian di Sulawesi Tengah masih tergolong tinggi, dengan dominasi kasus cerai gugat atau perceraian yang diajukan pihak istri ke Pengadilan Agama. Menurutnya, meningkatnya angka perceraian dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga hadirnya orang ketiga.
“Ini menjadi pekerjaan besar bagi BP4 ke depan. Ketahanan keluarga harus menjadi fokus utama karena keluarga adalah pondasi utama kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Mantan Rektor UIN Datokarama Palu itu menegaskan, tugas BP4 tidak hanya memberikan pembinaan kepada keluarga, tetapi juga memperkuat edukasi pranikah serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.
Menurutnya, tingginya kasus cerai gugat menjadi sinyal perlunya pendekatan pembinaan yang lebih menyentuh persoalan keluarga modern, termasuk masalah ekonomi, komunikasi rumah tangga, hingga pengaruh media sosial.
Prof. Sagaf juga menyoroti tantangan generasi milenial dan generasi Z yang sangat dekat dengan dunia digital. Karena itu, BP4 didorong memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya sebagai sarana penyuluhan dan edukasi keluarga.
“Pendekatan digital menjadi penting agar pesan-pesan pembinaan keluarga lebih mudah diterima generasi muda,” jelasnya.
Ke depan, BP4 Sulteng juga akan memperkuat sistem digitalisasi agar komunikasi antar pengurus kabupaten/kota hingga pusat dapat terintegrasi dengan baik. Selain itu, ia menegaskan bahwa meskipun perceraian terjadi, anak tidak boleh menjadi korban. Hak-hak anak, kata dia, harus tetap dipenuhi demi menjaga masa depan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Anak adalah aset umat, bangsa dan negara. Karena itu, meskipun orang tua berpisah, pendidikan, kasih sayang dan kebutuhan anak harus tetap terpenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, Kota Palu menjadi daerah kelima di Sulawesi Tengah yang telah memiliki kepengurusan BP4 setelah sejumlah daerah lainnya. Pembentukan BP4 di daerah merupakan amanat langsung Ketua Umum BP4 Pusat yang juga Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar.
Prof. Sagaf menambahkan, BP4 diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya harmonisasi kehidupan keluarga dan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kalau program-program BP4 berjalan dengan baik, maka itu berarti kita ikut menyukseskan program prioritas Kementerian Agama dan mendukung cita-cita besar pembangunan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, H. Junaidin menyampaikan bahwa BP4 memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial masyarakat.
Ia menyebut keluarga yang kuat akan melahirkan lingkungan sosial yang harmonis, mulai dari lingkup terkecil hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kalau keluarga baik dan harmonis, maka dampaknya akan terasa pada kehidupan sosial masyarakat secara luas,” katanya.
Junaidin berharap pengurus BP4 Kota Palu yang baru dilantik dapat menjadi teladan dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus aktif memberikan pembinaan kepada masyarakat.
Dalam kepengurusan BP4 Kota Palu masa bakti 2026–2031, Dr. H. Hilal Malarangeng, M.H.I dipercaya sebagai ketua. Ia didampingi KH. Ali Asyadi, Lc., M.A dan Dr. H. Taufik Abdurrahim, S.Ag., M.Ag sebagai wakil ketua. Sementara posisi sekretaris dijabat H. Burhan Munawir, Lc., M.A bersama wakil sekretaris Muhammad Basron, S.Fil.I., MM dan Abdurrahman Fikri, Lc., M.A. Adapun bendahara dipercayakan kepada Madya Ashari, S.Kom.

