ARAB SAUDI, MAL – Arab Saudi terus mempercepat agenda reformasi pada 2026 melalui pembaruan kebijakan layanan umrah, penguatan investasi non-minyak, serta pengembangan Visi 2030. Di saat yang sama, kerajaan juga menghadapi dinamika keamanan kawasan yang masih menjadi perhatian di Timur Tengah.
Salah satu kebijakan terbaru yang menjadi perhatian adalah peluncuran visa umrah masuk ganda (multi-entry) yang berlaku selama satu tahun. Kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi ini memungkinkan jemaah melakukan beberapa kali perjalanan umrah tanpa harus mengajukan visa baru setiap kali berkunjung.
Mengutip Detik, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan, “Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi luncurkan visa umrah masuk ganda yang berlaku satu tahun, memudahkan jemaah untuk berkunjung berkali-kali tanpa visa baru.”
Meski demikian, sejumlah media melaporkan bahwa visa tersebut tidak dapat digunakan untuk memasuki Arab Saudi selama musim haji.
Selain memperbarui layanan umrah, pemerintah Arab Saudi juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui program Visi 2030. Saudi Press Agency menyebut persetujuan anggaran 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat stabilitas fiskal sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem inovasi.
Saudi Press Agency menyatakan, “Paruh pertama Desember menjadi momentum penting bagi Arab Saudi, yang ditandai dengan pengesahan anggaran 2026 yang kuat, sejumlah terobosan diplomatik besar, serta percepatan pembangunan ekosistem inovasi.”
Di sektor investasi, Arab Saudi juga memperluas pengembangan proyek terpadu di Madinah sebagai bagian dari upaya menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pusat investasi global. Langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan minyak.
Di bidang keagamaan, pemerintah menyiapkan kapasitas besar untuk penyelenggaraan ibadah haji. Berdasarkan laporan media, Arab Saudi menyediakan sekitar 3,1 juta kursi penerbangan dan 12.000 penerbangan guna melayani jemaah haji.
Data terbaru juga menunjukkan aktivitas umrah pada awal musim 1448 Hijriah meningkat sekitar 22,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi energi dan geopolitik, Arab Saudi masih menghadapi tantangan akibat meningkatnya ketegangan kawasan. Pemberitaan pada 2026 menyebut potensi gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak terhadap pendapatan minyak Saudi hingga sekitar Rp1,6 triliun per hari dalam skenario krisis.
Sementara itu, pada sektor industri energi, insiden helikopter Aramco di Ras Tanura pada 28 Juni 2026 dilaporkan menewaskan 14 orang.
Dalam aspek keamanan regional, pemerintah Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional.
Merujuk pernyataan kabinet Arab Saudi, “Kerajaan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi negara, kedaulatan, dan warganya.”
Kronologi Perkembangan
-
Desember 2025: Arab Saudi menyetujui anggaran 2026 dan mempercepat pengembangan ekosistem inovasi.
-
Maret 2026: Pemerintah menegaskan kesiapan menjaga kedaulatan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
-
April 2026: Persiapan penyelenggaraan haji mencakup 3,1 juta kursi penerbangan dan 12.000 penerbangan.
-
Juni 2026: Arab Saudi memperluas peluang investasi di Madinah dan menghadapi dinamika sektor energi.
-
Juli 2026: Visa umrah multi-entry satu tahun mulai menjadi sorotan bersamaan dengan meningkatnya aktivitas umrah. ***
