Angka Stunting Banggai Laut Terendah di Sulteng

oleh -
Ilustrasi (Youtube/BKKBN JATENG)

BALUT – Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 ke 2022 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Laut (Balut), paling rendah dari semua daerah yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yaitu dari 26,1% menjadi 20,0%.

Dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, hanya 6 daerah yang angka stuntingnya mengalami penurunan. Selain Balut, ada Morowali (28,9% – 23,3%), Parigi Moutong (31,7% – 27,4%), Sigi (40,7% – 36,8%), Poso (26,7% – 24,6%), dan Banggai (26% – 24,3%).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balut, dr. Zulkifli Panggato, mengatakan, ada dua penilaian angka stunting, yakni SSGI dan elektorinik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PBGM). Menurutnya, dari hasil prevalensi stunting tahun 2022 yang bersumber dari e-PBGM, Balut justru berada di angka 7,5%.

“Februari 2022 kita ada di angka 8,2 persen dan Agustus kita di angka 7,5 persen. Jadi terserah data mana yang kita mau pakai,” ujar Zulkifli, Rabu (25/01).

Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Keluarga (Kesga) Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Pelkesmas) Dinkes Balut, Supriati Djuman, berharap, angka stunting tahun 2023 juga menurun dan bisa mencapai 14%, sebagaimana target nasional, atau lebih rendah lagi dengan kerja sama yang baik lintas sektor.

“Sehingga masyarakat menjadi sadar akan pentingnya mencegah terjadinya stunting pada generasi penerus dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan mengonsumsi gizi yang seimbang sesuai dengan isi piringku, dan mengonsumsi protein hewani seperti ikan, dan sebagainya. Apalagi khusus untuk Banggai laut, kami kaya akan hasil lautnya,” harap Supriati, Kamis (26/01).

Terkait hasil SSGI untuk Balut, pihaknya sangat bersyukur karena ada output yang dihasilkan dari semua pelayanan yang dilaksanakan untuk menurunkan angka stunting, khususnya pelayanan Posyandu di 10 wilayah Puskesmas di Kabupaten Balut.

“Kami sangat berterima kasih kepada petugas kesehatan, dokter, bidan, perawat, nutrisionis (TPG) dan promkes yang telah menjadi ujung tombak untuk menurunkan angka stunting di Banggai laut,” imbuhnya.

Reporter : Iker
Editor : Rifay