LONDON, MAL – Sebuah aksi yang dilakukan aktivis sayap kanan Inggris, Kellie-Jay Keen, memicu kecaman publik setelah ia mengganggu dua pria Muslim yang sedang menunaikan sholat di Hyde Park, London.

Rekaman insiden yang beredar melalui akun Instagram Middle East Eye pada Senin (27/7/2026) memperlihatkan Kellie-Jay Keen menghampiri dua pria yang sedang beribadah. Ia mempertanyakan alasan keduanya melaksanakan sholat di ruang terbuka.

Dalam video tersebut, Kellie-Jay Keen terdengar mengatakan, “Ini bukan yang kita lakukan di negara ini.” Tak lama kemudian, ia secara terbuka menyatakan, “Saya seorang Islamofobia, bukan rasis.”

Meski terus mendapat gangguan dan ucapan bernada menghina, kedua pria Muslim itu tetap melanjutkan sholat hingga selesai tanpa membalas tindakan tersebut.

Setelah kejadian, Kellie-Jay Keen kembali menjadi sorotan karena mengunggah foto insiden itu di media sosial. Ia menyertakan kalimat bernada merendahkan, “Berlututlah, jalang,” yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk penghinaan terhadap kedua pria tersebut.

Aksi itu menuai kecaman dari berbagai kalangan. Para pengamat dan warganet menilai tindakan Kellie-Jay Keen merupakan bentuk intimidasi yang didorong oleh kebencian terhadap umat Islam serta tidak menghormati kebebasan beragama.

Dalam Islam, sholat merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan lima kali sehari pada waktu-waktu tertentu. Ketika berada di luar rumah, umat Muslim diperbolehkan menunaikan sholat di tempat yang bersih dan tidak mengganggu kepentingan umum, termasuk di taman atau ruang terbuka.

Kellie-Jay Keen, yang juga dikenal dengan nama Posie Parker, merupakan tokoh yang aktif mengkritik gerakan transgender di Inggris. Ia memimpin Women’s Party dan mendirikan organisasi Standing for Women.

Ia kerap menyebut dirinya sebagai pejuang hak-hak perempuan, meski menolak disebut sebagai feminis. Kellie-Jay Keen juga dikenal luas karena mempopulerkan slogan anti-trans “adult human female” serta menjadi salah satu tokoh yang menentang Undang-Undang Pengakuan Gender Inggris Tahun 2004.

Peristiwa di Hyde Park tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya Islamofobia dan intoleransi terhadap komunitas Muslim di sejumlah negara Barat. (Sumber: Middle East Eye)