ACT Sulteng Salurkan Sedekah Pangan untuk Warga Terdampak Covid-19

oleh
Belasan warga Kota Palu mendapat pangan gratis melalui Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan di Kantor Cabang ACT Sulteng, Jumat (07/08). (FOTO: DOK. ACT SULTENG).

PALU – Aksi Cepat Tanggap (ACT) melaunching Program Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, Kamis (06/08), kemudian diikuti secara serentak oleh seluruh cabang ACT di Indonesia, Jumat (07/08) hari ini.

Di Kota Palu sendiri, belasan warga mendapat pangan gratis melalui program sedekah pangan tersebut.

Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, merupakan aksi filantropi yang dilakukan dari masyarakat untuk masyarakat.

Aksi ini melibatkan semua elemen masyarakat untuk memberikan sedekah kepada masyarakat prasejahtera di era kenormalan baru ini. Sedekah bisa diberikan, baik berupa natura maupun bantuan tunai.

Koordinator Program Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tengah, Mustafa, mengatakan, di awal launching, ACT Sulteng memulai gerakan sedekah pangan dari kantor cabang, kemudian akan disebar di seluruh wilayah terdampak Covid-19.

“Di hari pertama ini, kami memulai di lingkungan sekitar dulu, karena orang-orang tak mampu begitu banyak di sekitar kita, minimal dengan kegiatan ini mereka bisa terbantu,” ujar Mustafa.

Ia mengungkapkan, sesuai agenda pelaksanaan, lumbung sedekah pangan ini akan dibuka di beberapa titik, seperti masjid, sekolah dan perkantoran yang ada di Kota Palu.

“Setelah ini kami akan mencari dan menentukan di titik-titik mana saja yang layak. Nantinya warga akan datang ke masjid yang telah ditentukan setiap minggunya untuk mengambil beberapa item pangan yang telah disediakan tim ACT Sulteng, misalnya beras, minyak, serta bumbu-bumbu dapur lainnya,” sebutnya.

Mustafa mengajak warga Kota Palu untuk ikut bersama-sama ACT dalam menyebar kebaikan melalui Program Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan tesebut agar dapat membantu masyarakat mengalami kesulitan di masa pandemi.

Ibu Meti (36), warga Kelurahan Tatura Selatan, mengatakan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pendapatan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan.

“Sekarang suami saya jarang jarang terima pekerjaan, karena saat ini masih diberlakukan sosial distancing. Alhamdulillah bantuan¬† sudah kami terima dan sangat terbantu. Pokoknya terima kasih ACT masih memperdulikan kami masyarakat kecil,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengemukakan, penghimpunan sedekah pangan ini dapat dipelopori mulai dari individu, komunitas, bahkan jemaah masjid hingga korporasi.

Menurutnya, masyarakat juga dapat menginisiasi Lumbung Sedekah Pangan di rumah, masjid, kantor, dan lainnya sebagai medium pengumpulan sedekah pangan. (IKRAM)

Iklan-Paramitha