HANGZHOU, MAL – Sebuah Airbus A380 milik Emirates dengan nomor penerbangan EK302 mengalami gangguan operasional serius setelah dialihkan dari rute Dubai-Shanghai ke Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan, Tiongkok, akibat cuaca buruk pada 22 Juli 2026.

Sebanyak 373 penumpang dan awak pesawat kemudian tertahan di dalam kabin selama sekitar 17 jam sebelum akhirnya diperbolehkan turun pada pagi hari.

Insiden bermula ketika pesawat yang terbang dari Dubai menuju Shanghai mendekati tujuan setelah sekitar tujuh jam perjalanan. Namun, badai petir dan cuaca buruk di Shanghai Pudong membuat pendaratan tidak memungkinkan sehingga pesawat dialihkan ke Hangzhou.

Masalah tidak berhenti setelah pesawat mendarat. Penundaan berkepanjangan terjadi akibat kombinasi sejumlah faktor operasional, mulai dari proses kedatangan internasional yang tidak segera dijalankan, pergantian kru karena batas jam tugas awak, keterlambatan kru pengganti akibat hujan deras, penurunan daya sistem pendingin udara di dalam kabin, hingga ditemukannya gangguan teknis lanjutan pada pesawat.

Ketentuan operasional penerbangan juga menjadi salah satu kendala. Jam tugas awak untuk penerbangan dengan beberapa pilot dibatasi sekitar 14 jam sehingga kru yang bertugas tidak dapat melanjutkan penerbangan setelah melewati batas tersebut.

“When the passengers and crew were eventually allowed to disembark, they had been on board for 17 hours,” demikian keterangan yang dikutip dari laporan terkait insiden tersebut.

Laporan yang sama menyebut, “A standard duty day for a multiple-pilot crew is capped at 14 hours.”

Setelah kru pengganti tiba dari Shanghai, pesawat sempat dipersiapkan untuk kembali terbang. Namun pemeriksaan berikutnya menemukan masalah teknis tambahan yang membuat penerbangan dibatalkan dan penumpang akhirnya diturunkan setelah menunggu berjam-jam di dalam kabin.

“Ini setelah 373 penumpang terjebak selama berjam-jam di dalam kabin akibat rangkaian masalah teknis dan logistik di China.”

Jumlah penumpang dan awak yang terdampak mencapai 373 orang. Airbus A380 yang digunakan pada penerbangan tersebut dikenal sebagai pesawat penumpang terbesar di dunia.

Maskapai Emirates menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi. Maskapai menjelaskan keterlambatan dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk masalah teknis serta kebutuhan menghadirkan kru pengganti.

“Emirates apologised over the disruption and said the delay was caused by a combination of factors, including technical problems and the need to arrange replacement crew.”

Maskapai juga mempertahankan keputusan mempertahankan penumpang di dalam pesawat setelah pengalihan penerbangan.

Menurut penjelasan maskapai, langkah tersebut merupakan prosedur standar untuk penerbangan internasional yang dialihkan ke bandara lain guna menghindari persoalan imigrasi yang lebih kompleks serta biaya tambahan.

Setelah diturunkan dari pesawat, para penumpang memperoleh fasilitas hotel untuk beristirahat, serta transportasi bus dan kereta menuju Shanghai. Pesawat sendiri dilaporkan tertahan di Hangzhou selama dua hari sebelum akhirnya kembali terbang menuju Dubai pada 24 Juli 2026. ***