BRUK! Jembatan Kaleke roboh lagi. Warga yang melintas di atas pun ikut jatuh dan terbawa arus deras.
Suasana panik terjadi, warga yang mengetahui itu segera menghubungi Tim Evakuasi dari Satgas Satgas Pasukan Reaksi Cepat (PRC) Penanggulangan Bencana (PB) Korem 132 Tadulako dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Palu.
Mendengar kabar itu, tim penyalamat ini langsung datang ke lokasi. Sejumlah orang yang tampak terhuyung-huyung dibawa air segera diselamatkan. Tim dengan sigapnya mengambil langkah taktis untuk melakukan rangkaian tindakan penyelamatan.
Perahu karet menggunakan dayung dan motor tempel langsung dinyalakan. Anggota TNI dan Basarnas melompat dan berenang menyelamatkan mereka yang hanyut. Arus yang deras ditambah volume air besar hampir menyulitkan penyelamatan. Akan tetapi bersyukur, tim berhasil menolong dan mengevakuasi sejumlah korban, lalu cepat-cepat dibopong ke tepi sungai.
Warga di sekitar sungai ramai melihat aksi pertolongan dalam sebuah simulasi ini. Ya, hanya sebuah simulasi yang disusun Korem 132 Tadulako dan Basarnas Palu dalam latihan tanggap darurat bencana yang digelar di Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat (10/11).
Kepala Staf Korem 132 Tadulako, Letkol Inf Adrian Susanto mengatakan, dalam skenario itu seolah-olah terjadi bencana banjir di seluruh wilayah Sulawesi Tengah dan di beberapa daerah telah menelan korban jiwa. Terparah adalah di Kabupaten Sigi karena akses pertolongan dan penyelamatan yakni jembatan penyebarangan sampai putus.
“Segera Tim Evakuasi dari Satgas Satgas Pasukan Reaksi Cepat (PRC) Penanggulangan Bencana (PB) Korem 132 Tadulako bersama Basarnas Kota Palu melakukan pertolongan kecelakaan air yang meliputi water rescue, medical first responder,” jelas Letkol Andrian.
Ia mengatakan, simulasi penanggulangan bencana tersebut bertujuan untuk mempersiapkan personel jajaran Korem 132 Tadulako dalam menanggulangi resiko bencana yang berdampak buruk bagi masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana.
Ia berharap, dengan latihan penanggulangan seperti ini, diharapkan anggota Korem dapat cepat tanggap dan mampu memberikan pertolongan kepada masyarakat, serta mampu mengoperasikan perahu karet menggunakan dayung dan motor tempel serta pengevakuasian dan pertolongan korban tenggelam.
Latihan itu berlangsung sejak 6 Nopember 2017 dan merupakan bagian dari Program Kerja Korem 132 Tadulako khususnya di Bidang Latihan. (faldi)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.