Palu, MAL – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, meminta seluruh pengurus FKUB kabupaten/kota menjadi pelopor sekaligus motor penggerak kerukunan di wilayah masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) FKUB se-Sulawesi Tengah yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (31/10) malam.

Rakor mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi Pengurus FKUB dalam Merawat Kerukunan, Memelihara Toleransi dan Mewujudkan Masyarakat yang Harmonis”. Kegiatan tersebut diikuti pengurus FKUB dari 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Prof. Zainal mengatakan, FKUB di setiap daerah harus mengambil peran nyata dalam menggerakkan kerukunan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Jika seluruh FKUB kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah menjadi motor penggerak kerukunan, maka ketika kita bicara tentang kerukunan, toleransi dan kedamaian, FKUB yang menjadi penggeraknya. Sehingga kita menjadi pionir toleransi dan kerukunan di Sulawesi Tengah,” katanya.

Ia mengakui, pengurus FKUB di tingkat daerah menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Kondisi tersebut, menurutnya, juga berdampak pada operasional FKUB Provinsi Sulawesi Tengah.

Karena itu, Rais Syuriyah PBNU tersebut mendorong pengurus FKUB kabupaten dan kota untuk proaktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan program organisasi.

“Tentu kita bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Sinergi seperti inilah yang kita harapkan juga. Yang minim atau anggarannya terbatas bisa bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Selain kerja sama, Prof. Zainal menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Pengurus FKUB diharapkan menawarkan gagasan program serta terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa perbedaan agama bukan penghalang untuk membangun kerja sama dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Jika peran ini kita jalankan bersama FKUB kabupaten, kota dan provinsi, saya kira Sulawesi Tengah betul-betul menjadi Sulteng Nambaso, aman, rukun dan toleran,” katanya.

Dalam rakor tersebut, sejumlah perwakilan FKUB kabupaten dan kota juga menyampaikan laporan serta perkembangan program kerja masing-masing daerah.

Mereka di antaranya Ketua FKUB Buol Muhammad Nur Korompot, Sekretaris FKUB Banggai Kepulauan Zainudin Adam, Sekretaris FKUB Tolitoli Indar Daeng Silasa, pengurus FKUB Banggai Zulfan Kadim, pengurus FKUB Morowali Nanang, Ketua FKUB Poso Faried Awad, Sekretaris FKUB Sigi Aspir, pengurus FKUB Parigi Moutong Jasirus Panjaitan, Ketua FKUB Banggai Laut Syarif Asgar Udaa, dan Ketua FKUB Morowali Utara Sukriyadi.

Sementara itu, Sekretaris Umum FKUB Sulawesi Tengah, Dr. H. Muhammad Munif Godal, M.A., mengakui keterbatasan anggaran sempat menghambat pelaksanaan sejumlah rencana program.

Meski demikian, akademisi UIN Datokarama Palu tersebut mengajak seluruh pengurus tetap optimistis dalam menjalankan program kerja pada tahun mendatang.

“Kerja-kerja keras kita semua insyaallah membuahkan hasil positif bagi kerukunan di Sulawesi Tengah. Kita sama-sama optimistis di tahun 2027 anggaran ini tidak lagi menjadi kendala kita dalam menjalankan program kerja,” pungkasnya