POSO, MAL – Ratusan pelajar dan pemuda dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah mengikuti Kemah Berani Akbar Pemuda Tangguh di kawasan Festival Danau Poso (FDP), Tentena, Kabupaten Poso, Jumat (30/10).

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Penjaga Damai: Bersatu dalam Keberagaman Menuju Sulteng Nambaso” tersebut menjadi ruang pertemuan antarpemuda untuk membangun komunikasi, bertukar pengalaman, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Kemah yang berlangsung dalam cuaca panas dengan suhu mencapai 37,5 derajat Celsius itu ditutup Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido.

Dalam sambutannya, Reny mengatakan perbedaan suku, agama, bahasa, dan adat istiadat tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah belah. Menurutnya, keberagaman perlu dirawat melalui persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menghargai.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak perlu mempermasalahkan perbedaan suku maupun agama. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun silaturahmi, saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta bersama-sama memikirkan hal terbaik bagi generasi muda di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga persatuan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

Reny mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk saling mengenal, bertukar gagasan, serta berbagi potensi dan pengalaman dari daerah masing-masing.

“Dari pertemuan seperti ini, kita bisa saling belajar tentang potensi daerah masing-masing. Apa yang dimiliki Tentena dapat dibagikan kepada daerah lain, begitu pula sebaliknya. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Sulawesi Tengah menuju Sulteng Nambaso,” katanya.

Pada kesempatan itu, Reny juga menyerahkan paket bantuan sembako kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Poso, Danrem 132/Tadulako, Wakil Bupati Parigi Moutong, Ketua Forum Pemuda Sulawesi Tengah, sejumlah perangkat daerah Provinsi Sulawesi Tengah, serta para peserta kemah.***