PALU, MAL — Pemerintah Kota Palu memberikan ruang bagi 10 pengusaha difabel Palu untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui program bantuan modal dan pelatihan kewirausahaan.

Langkah ini merupakan bagian dari realisasi 53 program prioritas pemerintah untuk mewujudkan kota yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, menyatakan bahwa para pengusaha difabel Palu mendapatkan perlakuan dan kuota khusus dalam program ini. Hal tersebut bertujuan memastikan setiap warga memiliki kesempatan setara dalam membangun kemandirian ekonomi secara mandiri.

“Difabel juga tidak kita bedakan. Sistemnya sama dengan teman-teman yang lain. Ini terkait program Pemerintah Kota Palu yang masuk dalam 53 program, yaitu Kota Palu ramah difabel,” kata Zulkifli, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu.

Pelatihan wirausaha tersebut dilaksanakan selama tiga hari di Media Center Universitas Tadulako pada Jumat (30/10). Para peserta menerima materi intensif dari akademisi, inkubator bisnis, hingga pendamping halal untuk memperkuat tata kelola usaha mereka.

“Walaupun pelatihannya cukup singkat, hanya tiga hari, mudah-mudahan materi yang disampaikan bisa menjadi tambahan ilmu bagi mereka untuk diaplikasikan dalam kegiatan usaha,” ujar Zulkifli.

Dari total 200 pendaftar, sebanyak 165 peserta dinyatakan lolos seleksi, termasuk para pengusaha difabel Palu yang telah mengikuti tahapan pelatihan. Setiap peserta yang memenuhi kriteria direncanakan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta guna menunjang produktivitas bisnis mereka.

“Kami berterima kasih banyak atas perhatian pemerintah, khususnya Dinas UMKM kepada kami penyandang disabilitas. Pemerintah sudah membuka peluang bagi kami sehingga kami juga bisa ikut berpartisipasi,” kata Elisabriani, pemilik usaha Elisa Rajut.

Keterlibatan kelompok disabilitas dalam program ini menegaskan visi Pemkot Palu dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. Melalui dukungan modal dan ilmu pengetahuan, diharapkan pelaku usaha dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan di masa depan. ***