PALU, MAL — Menjelang akhir tahun, kinerja Bank Sulteng menunjukkan tren yang sangat positif dengan mencatatkan total aset mencapai Rp16,2 triliun per September 2026. Capaian ini menepis isu miring terkait kondisi operasional bank daerah tersebut.

Direktur Kepatuhan PT Bank Sulteng, Judy Koagow, merinci bahwa dari total aset tersebut, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp9,6 triliun. Penyaluran kredit juga mencatatkan angka yang solid sebesar Rp9,01 triliun, yang berkontribusi pada pencetakan laba sebesar Rp306,6 miliar.

“Kami berharap kinerja tersebut terus meningkat hingga Desember 2026. Sesuai dengan rencana yang telah disusun, laba ditargetkan mencapai Rp400 miliar. Mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai apabila kondisi ekonomi tetap stabil,” kata Judy Koagow, Senin (26/10).

Selain memaparkan kinerja Bank Sulteng, manajemen juga memberikan klarifikasi terkait adanya pembenahan sistem layanan perbankan baru-baru ini. Pembaruan ini murni merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keamanan dana serta transaksi nasabah tetap terjaga dengan maksimal.

“Kami juga ingin meluruskan persepsi bahwa kondisi Bank Sulteng tidak baik-baik saja hanya karena pembenahan sistem ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan sistem perbankan,” kata Judy Koagow.

Sebagai solusi sementara selama masa pemeliharaan, pihak bank memutuskan untuk kembali menggunakan sistem lama. Nasabah tetap dapat melakukan transaksi penarikan tunai, namun layanannya untuk sementara waktu terbatas hanya pada mesin ATM milik Bank Sulteng.