LUWU TIMUR, MAL – PT Vale Indonesia Tbk mendukung pengembangan 127 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas usaha dan akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Dukungan itu disampaikan dalam momentum peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Pekan Expo Koperasi dan UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, pada 6–10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, jajaran pemerintah daerah, serta gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan itu, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan perusahaan berupaya memperluas peluang ekonomi masyarakat melalui kegiatan operasional, pengembangan proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM.
“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus.
Ia mengatakan, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui dukungan di bidang pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan.
Menurut Bernardus, pengembangan industri nikel dan investasi perusahaan diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah, termasuk melalui kebutuhan barang, jasa, dan kegiatan usaha pendukung.
Dari 127 UMKM yang didukung di Kabupaten Luwu Timur, sebanyak 74 UMKM telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Ke-127 UMKM itu tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Kegiatan tersebut menekankan peran pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.
Selain mendukung UMKM masyarakat, pengembangan koperasi juga berlangsung di lingkungan karyawan Vale Indonesia melalui Koperasi Karyawan Vale atau Kopkar Vale.
Koperasi yang berdiri sejak 1979 itu awalnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pokok karyawan PT INCO, perusahaan pendahulu Vale Indonesia, di Sorowako.
Kopkar Vale kini memiliki lebih dari 1.300 anggota dan mengembangkan sejumlah layanan usaha, termasuk ritel serta simpan pinjam.
Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, mengatakan koperasi perlu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi agar tetap memberikan manfaat bagi anggotanya.
“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” kata Muhammad.
Vale Indonesia merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1968.
Perusahaan yang menjadi bagian dari MIND ID tersebut menjalankan operasi di Sorowako, Sulawesi Selatan, serta mengembangkan proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. ***
