PALU, MAL – Universitas Tadulako (Untad) dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Pemkab Bangkep) menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dilaksanakan di Ruang Kerja Rektor Untad, Kamis (8/10).
Penandatanganan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta rombongan pejabat Pemkab Bangkep.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan PKS antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kabupaten Banggai Kepulauan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad.
Bupati Bangkep, Rusli Moidady, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan melalui dukungan riset dan kajian akademis.
Menurut Rusli, Banggai Kepulauan memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, hingga geopark. Namun, pengembangan berbagai sektor tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan minimnya kajian mendalam.
“Banggai Kepulauan memiliki potensi besar di bidang kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, hingga potensi geopark. Namun, kami menghadapi tantangan berupa keterbatasan SDM serta minimnya hasil kajian dan riset mendalam. Kami membutuhkan pemikiran akademis dari Universitas Tadulako sebagai jantung pendidikan di Sulawesi Tengah yang memiliki para pakar dan tenaga ahli untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Rusli.
Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus ditindaklanjuti melalui program konkret agar memberikan dampak terukur bagi pembangunan daerah dan perguruan tinggi.
Ia menekankan pentingnya penyusunan Implementation Agreement yang memuat target indikator, jadwal pelaksanaan, serta penanggung jawab setiap program kerja sama.
Menurut Amar, Untad siap mengerahkan kapasitas akademik untuk mendukung pengembangan SDM di Banggai Kepulauan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pendidikan vokasi, dan beasiswa.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penelitian sektor kelautan, mitigasi bencana, kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting dan eliminasi tuberkulosis (TB), serta penguatan tata kelola pemerintahan dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rektor menegaskan, kolaborasi tersebut bertumpu pada lima aspek utama, yakni kolaborasi, inovasi, implementasi, dampak, dan keberlanjutan.
Melalui kerja sama ini, Untad dan Pemkab Bangkep berharap terbentuk ekosistem inovasi daerah yang mampu mendorong pemanfaatan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. *
