PALU, MAL – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Anis melakukan audiensi perdana dengan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (15/9).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan dan isu strategis pendidikan serta penguatan sinergi antara BPMP Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu.

Audiensi berlangsung dalam suasana silaturahmi. Dalam pertemuan itu, BPMP menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab lembaga, termasuk rencana pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Muhammad Anis mengatakan pertemuan tersebut menjadi audiensi pertamanya dengan Wali Kota Palu sejak mendapat penugasan di Sulawesi Tengah.

“Sejak kami ditugaskan di Palu ini, belum pernah sekalipun beraudiensi dengan Bapak Wali Kota Palu. Sehingga pada kesempatan ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami,” ujar Muhammad Anis.

Menurut Anis, komunikasi antara BPMP dan pemerintah daerah penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan program peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan secara optimal.

Ia juga menilai Kota Palu memiliki peran strategis dalam perkembangan pendidikan di Sulawesi Tengah. Sebagai ibu kota provinsi, capaian pendidikan Kota Palu dinilai turut menggambarkan perkembangan pendidikan di Sulawesi Tengah secara umum.

“Kota Palu selaku barometer pendidikan di Sulawesi Tengah menjadi cermin pendidikan kita. Capaian-capaian yang diperoleh Palu tentunya turut mewakili Sulawesi Tengah. Hanya saja, ada beberapa perkembangan terkini yang perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, BPMP juga membahas rencana pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi. Program itu diarahkan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terintegrasi dari jenjang dasar hingga menengah sehingga kesinambungan layanan pendidikan dapat diperkuat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Hadianto Rasyid mengatakan Pemerintah Kota Palu memiliki perhatian terhadap kesenjangan kualitas antarsekolah.

Menurut Hadianto, keberadaan sekolah dengan kualitas yang baik perlu diikuti peningkatan mutu sekolah lainnya. Dengan pemerataan kualitas, masyarakat tidak lagi dihadapkan pada perbedaan kualitas yang terlalu jauh antarsekolah.

“Ketika anak-anak keluar dari SD menjadi permasalahan saat masuk SMP, begitu juga ketika lulus SMP dan ingin masuk ke sekolah yang dianggap bagus. Makanya program kita di Kota Palu adalah percepatan persamaan kualitas sekolah,” kata Hadianto.

Ia menegaskan Pemkot Palu ingin memastikan setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik dari sisi kualitas tenaga pendidik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, maupun aspek pendukung lainnya.

Pemerataan kualitas sekolah, kata Hadianto, menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh anak di Kota Palu memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

Karena itu, kolaborasi dengan BPMP Provinsi Sulawesi Tengah dinilai penting untuk memperkuat evaluasi, pendampingan, serta langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Pertemuan tersebut menjadi awal penguatan koordinasi antara Pemkot Palu dan BPMP Sulawesi Tengah dalam mendorong layanan pendidikan yang berkualitas dan merata serta menjawab kebutuhan peserta didik. ***