JAKARTA, MAL – Video yang memperlihatkan seorang sales supervisor Hyundai kesulitan melakukan parkir paralel menggunakan Hyundai Ioniq 5 viral di media sosial pada 20-21 Agustus 2026. Kejadian tersebut memicu perdebatan publik terkait kemampuan mobil listrik melakukan manuver parkir paralel.

Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook, memunculkan anggapan bahwa mobil listrik, khususnya Hyundai Ioniq 5, tidak mampu melakukan parkir paralel dengan baik.

Polemik tersebut mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kendaraan listrik dan teknologi yang digunakan pada mobil modern.

Menanggapi video yang viral, sales supervisor Hyundai yang terlibat dalam kejadian itu menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Saya meminta maaf atas kejadian tersebut. Ini adalah kesalahan saya pribadi dan tidak mencerminkan kemampuan mobil listrik Hyundai Ioniq 5,” ujarnya.

Hyundai Motor Indonesia juga memberikan klarifikasi terkait kemampuan kendaraan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa Hyundai Ioniq 5 memiliki kemampuan parkir paralel dan telah dibekali teknologi yang mendukung proses parkir.

“Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 dapat melakukan parkir paralel dengan baik, terutama dengan bantuan fitur Remote Smart Parking Assist (RSPA). Kejadian ini adalah kesalahan individu dan tidak mencerminkan kemampuan mobil listrik kami,” kata Hyundai Motor Indonesia.

Hyundai Ioniq 5 merupakan mobil listrik kategori crossover SUV yang dilengkapi sejumlah fitur bantuan pengemudi, termasuk Remote Smart Parking Assist (RSPA), yang dirancang untuk membantu proses parkir, termasuk parkir paralel.

Perusahaan menekankan bahwa insiden yang terekam dalam video tersebut merupakan kesalahan individu saat mendemonstrasikan kendaraan dan bukan cerminan kemampuan teknologi yang dimiliki produk.

Kasus ini juga memunculkan diskusi mengenai pentingnya kompetensi dan pelatihan tenaga penjualan dalam mendemonstrasikan fitur kendaraan kepada calon konsumen. Di sisi lain, polemik tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan suatu kendaraan tidak dapat dinilai hanya dari satu insiden yang melibatkan pengguna tertentu.

Hingga 21 Agustus 2026, Hyundai telah memberikan klarifikasi resmi dan sales supervisor yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang memicu perdebatan tersebut.