KUPANG, MAL – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terus bertambah.

Hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, tercatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka. Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta sejumlah instansi terkait terus menyalurkan bantuan dan mempercepat penanganan di wilayah terdampak.

Gempa berkekuatan M 7,7 terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB atau sekitar 05.58 WITA. Episentrum berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa dangkal ini dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah korban meninggal hingga Minggu sore mencapai 53 orang.

“Korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” kata Abdul Muhari.

Korban meninggal tersebar di enam kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Rinciannya, Kabupaten Manggarai mencatat 25 korban meninggal, Manggarai Timur 20 korban, Sikka empat korban, Ende dua korban, Manggarai Barat satu korban, dan Nagekeo satu korban.

Sementara itu, jumlah korban luka yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mencapai 135 orang.

“Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di faskes terdekat, total berjumlah 135 jiwa, terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat,” ujar Abdul Muhari.

Data BNPB menunjukkan korban luka terbanyak berada di Manggarai Timur dengan total 80 orang, terdiri atas 21 luka berat dan 59 luka ringan. Di Manggarai terdapat 37 korban luka, terdiri atas 17 luka berat dan 20 luka ringan. Selain itu, Sikka mencatat 12 korban luka dan Manggarai Barat enam korban luka berat.

Selain korban jiwa dan luka-luka, sekitar 2.000 warga dilaporkan mengungsi secara mandiri ke lokasi yang dinilai lebih aman. Hingga Minggu sore, BNPB juga mencatat telah terjadi 995 kali gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat.

Pemerintah pusat mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut total 27 ton logistik telah dikirim ke NTT menggunakan berbagai kloter pesawat Hercules.

“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” kata Teddy.

Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan sejumlah kementerian, lembaga, dan unsur pendukung untuk segera bergerak ke lokasi bencana.

“Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian untuk sesegera mungkin memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Teddy.

Selain pengiriman logistik, lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri telah diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak di Flores.

“Selain itu, langsung di hari kejadian, TNI Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit TNI Polri ke berbagai daerah di Flores pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT,” katanya.

Polri juga mengirim bantuan tambahan berupa 3,4 ton logistik yang terdiri atas obat-obatan, makanan siap saji, perangkat Wi-Fi portabel, peralatan SAR, serta dukungan unit K-9.

Kepala Divisi Dokkes Polri Ferdy Sambo mengatakan bantuan yang dikirim tidak hanya berupa personel.

“Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Trunoyudo menyebut Polri mengirim 21 personel SAR bersama 10 anjing K-9 dan 2,5 ton logistik ke NTT pada Minggu.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi warga di wilayah bencana.

Saat ini status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari. Pemerintah bersama seluruh unsur penanganan bencana masih fokus pada evakuasi, pelayanan kesehatan korban, distribusi logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak gempa.