PARIGI MOUTONG, MAL – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 00:25 WITA.
Guncangan gempa Parigi Moutong ini menyebabkan kerusakan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) serta menewaskan satu warga yang diduga akibat serangan jantung.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak di 0,25° Lintang Utara dan 120,22° Bujur Timur, sekitar 71-74 km arah barat daya Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di laut Kecamatan Sidoan. Kedalaman gempa tercatat 44-60 km.
Meskipun guncangan gempa cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini didasarkan pada mekanisme sumber dan kedalaman yang tidak memenuhi kriteria pembentukan tsunami signifikan.
Satu korban jiwa teridentifikasi bernama Wiwi Putri Thabha (29 tahun), warga Dusun II, Desa Bugis, Kecamatan Mepanga. Korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung pascagempa. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong menyebutkan bahwa belum ada laporan resmi terkait korban luka-luka.
Selain korban jiwa, Kantor Dinas PUPRP Parigi Moutong mengalami kerusakan signifikan pada bagian plafon dan dinding kuda-kuda bangunan. Proses pendataan kerusakan pada bangunan lain oleh tim BPBD masih terus dilakukan.
Getaran akibat gempa M 6,2 Parigi Moutong ini dirasakan luas hingga sejumlah wilayah. Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) IV dirasakan di Parigi Moutong sendiri, sementara MMI III-IV di Donggala. Wilayah seperti Palu, Pohuwatu, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo merasakan guncangan pada skala MMI III. Bahkan, getaran juga terasa di Toli-Toli, Bolaang Mongondow Utara, Biduk-Biduk, Tanjung Selor, Berau, Bontang, hingga Kutai Timur di Kalimantan Timur pada skala MMI II-III.
“Iya, gempa tersebut dilaporkan ada kerusakan di Dinas PUPR yang terjadi pada bagian plafon dan dinding bangunan,” kata Plt. Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai.
“Diperkirakan pusat gempa berada di lautan yang berada di Kecamatan Sidoan,” tambah Rivai.
“Tim masih di lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan. Tapi, sampai saat ini situasi gempa telah berakhir,” jelasnya.
Melalui pesan singkat elektronik, BMKG kembali menegaskan, “BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang.”
Hingga Minggu pagi, 16 Agustus 2026, situasi gempa telah berakhir. Tim BPBD bersama pemerintah setempat masih aktif melakukan pendataan dan asesmen dampak yang ditimbulkan, termasuk kemungkinan warga yang mengungsi dan kebutuhan mendesak di wilayah terdampak gempa Parigi Moutong.
Tercatat satu kali gempa susulan berkekuatan M 2,2 hingga pukul 01:27 WITA. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan.
