POSO, MAL – Perum Bulog Kantor Cabang Poso menyalurkan 183,75 ton atau 183.750 kilogram jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung 2026.

Program pemerintah tersebut ditujukan membantu peternak mandiri memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam.

Pimpinan Cabang BULOG Poso, Chaidir Fitriawan, mengatakan penyaluran dilakukan untuk mendukung keberlangsungan usaha peternak, terutama sektor unggas yang menjadikan jagung sebagai salah satu komponen utama pakan.

“Kami berharap ketersediaan jagung yang cukup dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan pakan, menjaga kesinambungan produksi, serta mendukung keberlangsungan usaha peternakan,” kata Chaidir, Jumat (14/8).

Program SPHP Jagung diselenggarakan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama Perum BULOG. Sasaran utamanya yaitu peternak skala mikro, kecil dan menengah yang menghadapi tekanan biaya produksi akibat fluktuasi harga pakan.

Menurut Chaidir, pemerintah juga menetapkan mekanisme pengendalian harga agar jagung pakan dapat diterima peternak dengan harga sesuai ketentuan, dikisaran Rp5.500 per kilogram.

“Kami berharap penyaluran ini dapat menekan biaya produksi peternak sehingga usaha mereka tetap berjalan dan pasokan telur maupun daging ayam tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BULOG menyalurkan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui koperasi, asosiasi, maupun langsung kepada peternak mandiri. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, termasuk menghindari daerah yang sedang memasuki panen raya.

Kebijakan tersebut dimaksudkan agar program bantuan pakan tidak menekan harga jagung hasil produksi petani lokal. Dengan demikian, SPHP Jagung diharapkan mampu menjaga keseimbangan kepentingan peternak unggas sebagai pengguna dan petani jagung sebagai produsen.