POSO, MAL – Kementerian Agama (Kemenag) Poso menegaskan urgensi peran keluarga sebagai benteng utama dalam upaya pencegahan kekerasan seksual anak.

Penekanan ini disampaikan oleh Kepala Kemenag Poso, H. Sutami M. Idris, saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Revitalisasi Dasawisma untuk mewujudkan Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) 2026, Rabu (12/08).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Poso tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Desa Lanto Jaya, Kecamatan Poso Pesisir, dan diikuti oleh masyarakat setempat. Fokus utama sosialisasi adalah bagaimana keluarga dapat proaktif dalam pencegahan kekerasan seksual anak.

H. Sutami M. Idris menjelaskan bahwa rumah merupakan lingkungan pertama untuk membangun pemahaman serta perlindungan bagi anak. Oleh karena itu, kehadiran orang tua, pendampingan, dan penguatan menjadi krusial agar anak mampu mengenali serta menghindari berbagai bentuk kekerasan.

“Keluarga menjadi benteng yang paling kuat dalam menjaga anak. Olehnya, sebagai keluarga atau orang tua, mari bersama-sama memberikan pengertian dan penguatan kepada anak-anak kita,” ujar H. Sutami.

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual anak memerlukan keterlibatan seluruh umat beragama. Kementerian Agama Poso memiliki berbagai bidang seperti Bimas Islam, Bimas Kristen, dan Penyelenggara Hindu yang dapat mengintegrasikan pesan perlindungan anak ke dalam program pembinaan keagamaan mereka.

“Kementerian Agama tidak hanya mengurus satu agama. Di Kabupaten Poso, Bimas Islam, Bimas Kristen, dan Penyelenggara Hindu memiliki program yang berfokus pada pencegahan kekerasan terhadap anak,” tegas H. Sutami.

Kemenag Poso memegang sejumlah peran strategis dalam mendukung pencegahan kekerasan seksual anak, termasuk penguatan ketahanan keluarga melalui Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluhan agama, serta penciptaan madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan yang aman dan ramah anak. Selain itu, tokoh agama lintas iman juga didorong untuk berani mencegah dan melaporkan kasus kekerasan.