PALU, MAL – Jam digital raksasa di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, kini kembali berfungsi normal setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Juni 2026, membawa kabar baik bagi masyarakat setempat.

Perbaikan jam raksasa Masjid Raya Palu ini dilakukan oleh tiga teknisi dari PT Yasa Persada Nusantara selaku vendor. Para teknisi tiba di Palu pada 7 Agustus 2026 dan langsung melakukan pemeriksaan serta perbaikan terhadap sistem jam digital tersebut.

Kepala Dinas Cikasda Sulawesi Tengah, Ir. Rully Djanggola, mengatakan kerusakan pada jam raksasa tersebut diduga terjadi akibat guncangan gempa. Hal ini menyebabkan sejumlah komponen mengalami kerusakan sehingga jam digital Masjid Raya Palu tidak dapat berfungsi secara normal.

“Kerusakan jam ini akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 yang terjadi pada bulan Juni, sehingga jam tidak berfungsi normal,” kata Ir. Rully Djanggola.

Menurutnya, selama lima hari para teknisi bekerja secara maraton untuk memastikan seluruh komponen yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki. Salah satu bagian yang harus diganti adalah gir dan bearing yang mengalami kerusakan serius pada jam raksasa Masjid Raya Palu itu.

Setelah melalui proses perbaikan dan penggantian sejumlah komponen, jam digital raksasa Masjid Raya Baitul Khairaat tersebut akhirnya kembali berfungsi normal.

“Alhamdulillah, jam raksasa terbesar di Indonesia sudah berfungsi kembali,” kata Rully.

Kembalinya jam raksasa Masjid Raya Palu berfungsi normal, Rully mengatakan, menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Kota Palu, khususnya jamaah Masjid Raya Baitul Khairaat. Selain menjadi penunjuk waktu, keberadaan jam raksasa tersebut juga telah menjadi salah satu bagian penting dari wajah Masjid Raya Baitul Khairaat dan ikon Kota Palu.