TEHERAN, MAL – Media semi-resmi Iran, Mehr News Agency, pada akhir pekan 8-9 Agustus 2026 merilis video Mojtaba Khamenei berdurasi sekitar 12 detik di tengah rumor yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran tersebut terluka serius dan dalam kondisi kritis.
Kemunculan visual pertama ini terjadi setelah berbulan-bulan spekulasi kesehatan pasca-serangan pada 28 Februari 2026, yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam rekaman tersebut, sosok yang diidentifikasi sebagai Mojtaba Khamenei terlihat duduk dan berbicara dengan sejumlah orang, mengenakan sorban hitam dan jubah abu-abu muda. Meskipun demikian, waktu, lokasi, dan konteks perekaman video Mojtaba Khamenei ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar.
Bersamaan dengan rilis video tersebut, pemerintah Iran juga mengungkap bahwa Presiden Masoud Pezeshkian baru-baru ini bertemu dengan Mojtaba Khamenei pada akhir Juli 2026. Pertemuan ini disebut membahas persoalan militer, ekonomi, konflik dengan Amerika Serikat, serta kebutuhan penghidupan masyarakat Iran.
“Rekaman video dan dokumen lain memperlihatkan Khamenei berada di tengah masyarakat dan di jalanan,” kata Qasem Qoraishi, Wakil Organisasi Basij Iran, menepis rumor yang beredar mengenai kesehatan Mojtaba.
Pernyataan Qoraishi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Iran untuk membantah spekulasi bahwa Pemimpin Tertinggi tidak mampu beraktivitas atau berada dalam kondisi kritis, yang muncul setelah Mojtaba jarang terlihat di publik sejak Maret 2026.
Presiden Pezeshkian juga menegaskan bahwa kemungkinan dialog dengan Amerika Serikat tidak berarti Iran tunduk kepada Washington. Ia menyebut AS tetap sebagai negara kolonialis dan kriminal, meskipun Teheran menilai dialog bisa menjadi sarana mencapai kesepakatan.
“AS adalah negara kolonialis, AS adalah negara kriminal, dan Republik Islam tetaplah Republik Islam. Tidak ada keraguan mengenai hal itu,” kata Presiden Masoud Pezeshkian dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA.
Pezeshkian juga menggambarkan pertemuan sebelumnya dengan Mojtaba pada Mei 2026 sebagai suasana yang rendah hati, hangat, dan penuh kepercayaan, menunjukkan koordinasi antara Presiden dan Pemimpin Tertinggi di tengah berbagai tantangan.
Rilis video Mojtaba Khamenei dan pengungkapan pertemuan ini dilihat sebagai langkah komunikasi politik penting dari Teheran untuk menunjukkan kesinambungan kepemimpinan dan menenangkan situasi domestik maupun internasional. Namun, detail lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan dan aktivitas Mojtaba masih memerlukan verifikasi independen.
