SIGI, MAL – Haul Alhabib Saggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri ke-55 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Desa Kotarindau, Dolo, Sigi, Sabtu (08/08), dihadiri Ustad Sofyan Lahilote.

Murid pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, ini berbagi kisah mengenai sosok Habib Saggaf sebagai Ketua Utama Alkhairaat dan amanah kepemimpinan yang diwariskan.

Ustad Sofiyan Lahilote, di usianya yang telah senja, datang jauh dari Kota Manado khusus untuk haul cucu kesayangan Guru Tua ini.

Dengan suara terbata-bata namun penuh semangat, ia menyampaikan testimoni singkat kebersamaannya dengan Guru Tua dan Habib Saggaf dalam acara keluarga besar Alkhairaat tersebut. Almukarram almarhum Habib Saggaf, kata Ustad Sofiyan, merupakan cucu yang paling disayangi oleh Guru Tua.

Hal itu ditunjukkan dikala Habib Saggaf telah pulang dari pendidikan di luar negeri dan transit di Jakarta. Mendengar kabar itu, Guru Tua sangat gembira luar biasa dan langsung mengutus Ustad Sofiyan serta salah seorang muridnya, Muhammad Gasim Maragau, untuk menjemputnya di Jakarta.

Saking sayangnya pada Habib Saggaf, Guru Tua menyempatkan menulis sebuah syair Qasidah khusus yang berbunyi bahwa, “dia akan menjadi Mualim, menjadi Mursyid, dia juga akan menjadi pendahulu bagi yang baru masuk maupun murid para alumni yang berada di Alkhairaat termasuk para kiyai-kiyai”.

Ustad Sofyan juga mengisahkan, pada Muktamar Alkhairaat ke-4 tahun 1980 di Ampana, ada usaha untuk mengalihkan jabatan Ketua Utama Alkhairaat kepada orang lain. Namun, atas desakan peserta musyawarah, khususnya dari Komwil Alkhairaat Sulawesi Utara, Guru Tua langsung mengambil sikap untuk menetapkan Habib Saggaf sebagai Ketua Utama Alkhairaat, yang disambut sorak gembira seluruh peserta.

“Hai segenap keluarga besar Alkhairaat, telah datang orang yang aku harapkan menjadi pembantuku. Inilah orang yang aku sangat harapkan untuk membesarkan Alkhairaat, maka terimalah darinya dengan hati yang tulus. Sebab Dia bisa membawa Alkhairaat ini ke arah kemajuan,” pesan Habib Idrus, kata Ustad Sofiyan. Muktamar yang ke-4 itulah, dikukuhkan Habib Saggaf bin Muhammad bin Idrus Al Jufri sebagai Ketua Utama Alkhairaat.

“Kita segenap Abnaul khairat wajib mendukung beliau karena ini adalah amanah. Ketika beliau lahir, saya hadir dan Habib Idrus yang menamakan langsung Ketua Utama saat itu yakni, Alwi dengan harapan akan menjadi pewaris Saggaf Bahrul Ilim atau lautan Ilmu pengetahuan,” ungkap Ustad Sofiyan.

Pada kesempatan testimoni itu, Ustad Sofiyan Lahilote memperlihatkan secarik kertas yang pernah diberikan oleh Ketua Utama Habib Saggaf. Surat itu berisi tulisan tangan yang menugaskan Ustad Sofiyan sebagai Ketua Komwil Sulawesi Utara untuk mewakili Habib Saggaf ke Gorontalo melihat sejumlah madrasah. Di ujung tulisan surat Habib Saggaf tertulis dari saudaramu yang “Fakir”.

“Seorang ulama besar yang memiliki nasab yang jelas, masih menganggap dirinya seorang yang Fakir. Allahyarham, Habib Saggaf orang yang begitu rendah dan surat ini tetap saya simpan sebagai tanda mata bahwa, saya pernah diminta untuk melaksanakan tugas sebagai komisaris wilayah,” terang Ustad Sofiyan.

Ia menyerukan agar keluarga besar Alkhairaat dapat membantu Ketua Utama Alkhairaat saat ini dalam memajukan dan mengembangkan Alkhairaat, tanpa melihat usia muda beliau, melainkan memandang amanah mulia dari Pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri.