Palu, MAL – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Lukman, secara simbolis menanam 2.000 pohon cabai di Kelurahan Poboya pada Rabu, 5 Agustus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Palu Mapan yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di Kota Palu.

Penanaman 2.000 pohon cabai ini dilaksanakan di atas lahan seluas 10 are atau sekitar 1.500 meter persegi. Wakil Wali Kota Imelda bersama Kepala DPKP Kota Palu Lukman turut serta dalam penanaman ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan komoditas hortikultura di wilayah Kota Palu melalui program Palu Mapan.

“Iya, ini adalah program Kelurahan Menanam atau biasa dikenal dengan Palu Mapan. Sama seperti di Kawatuna,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Lukman, menjelaskan bahwa kegiatan di Kelurahan Poboya merupakan bagian dari pelaksanaan program strategis ini.

Lukman menambahkan, Kelurahan Poboya ditetapkan sebagai salah satu dari total 10 kelurahan tematik cabai di Kota Palu. Program Palu Mapan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi cabai, tetapi juga memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat serta mendukung ketersediaan bahan pangan.

Pemilihan cabai sebagai komoditas utama dalam program Kelurahan Menanam dinilai sangat strategis. Komoditas ini memiliki peranan penting dalam kebutuhan konsumsi harian masyarakat dan turut berpengaruh signifikan terhadap dinamika harga pangan di pasar.

Melalui inisiatif Palu Mapan, Pemerintah Kota Palu terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah masing-masing. Ini bertujuan agar kelurahan tidak hanya menjadi pusat permukiman, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

Penanaman 2.000 pohon cabai di Poboya ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Palu dalam memperluas gerakan Kelurahan Menanam. Langkah ini juga mengoptimalkan lahan produktif yang tersedia di wilayah Kota Palu untuk mencapai tujuan besar program Palu Mapan. ***