PALU, MAL – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Tadulako (HIMA ART) pada Selasa (04/08) di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog membahas rencana delegasi Fakultas Teknik Untad untuk mengikuti Pertemuan Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia (PKMAI) di Makassar, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan arsitektur.
Perwakilan HIMA Arsitektur Untad, Khalid, menjelaskan bahwa PKMAI merupakan forum nasional yang mempertemukan mahasiswa arsitektur se-Indonesia.
Keikutsertaan mahasiswa Untad dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan kualitas pendidikan arsitektur di Indonesia.
Khalid menyatakan bahwa mahasiswa dari kawasan timur Indonesia perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“PKMAI merupakan Pertemuan Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi mengenai pendidikan arsitektur. Kami ingin mendorong pemerataan kualitas pendidikan, sehingga ilmu yang diperoleh mahasiswa di Sulawesi, Papua maupun daerah lainnya dapat setara dengan yang diperoleh teman-teman di Pulau Jawa,” kata Khalid.
Untuk mewujudkan keikutsertaan tersebut, HIMA ART menyampaikan permohonan dukungan kepada Pemerintah Kota Palu.
Dukungan yang diharapkan mencakup video ucapan dari Wali Kota Palu serta bantuan finansial untuk menunjang keberangkatan mahasiswa menuju Makassar.
Khalid mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam persiapan, diperparah dengan kebijakan efisiensi yang berdampak pada pendanaan kegiatan kemahasiswaan. Upaya ini dilakukan HIMA ART untuk membangun jejaring dan mencari dukungan dari berbagai pihak.
“Saat ini kampus maupun pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi sehingga kami berupaya membangun jejaring dan mencari dukungan dari berbagai pihak agar tujuan kami mengikuti PKMAI dapat tercapai dengan baik,” jelas Khalid.
Wali Kota Hadianto Rasyid memberikan respons positif terhadap permohonan tersebut.
Selain membahas PKMAI, pertemuan tersebut juga berkembang menjadi diskusi mengenai pembangunan infrastruktur dan ruang publik di Kota Palu.
Sebagai mahasiswa arsitektur, HIMA ART menilai pembangunan infrastruktur krusial dalam membentuk karakter sebuah kota.
Infrastruktur yang dirancang dan dikelola dengan baik akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan. Kawasan Vatulemo menjadi salah satu ruang publik yang mendapat apresiasi dari mahasiswa karena dinilai mampu menjadi ruang interaksi dan aktivitas masyarakat secara aktif.
“Sebagai mahasiswa arsitektur, perhatian kami tentu pada pembangunan infrastruktur. Infrastruktur merupakan wajah sebuah kota. Jika infrastrukturnya baik, maka masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Khalid.
HIMA ART berharap pembangunan infrastruktur dan ruang publik di Kota Palu dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, demi menjadikan kota ini semakin nyaman dan berkualitas. ***
