TEHERAN, MAL – Iran mengklaim membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kyiv menyampaikan permintaan maaf terkait insiden serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Iran sebenarnya telah menyiapkan serangan, namun memutuskan untuk membatalkannya.

“Kami sudah siap untuk menyerang tiga situs di Ukraina, tetapi batal menyerang menyusul permintaan maaf Ukraina,” ujar Rezaei, seperti dikutip media pemerintah Iran dan dilaporkan Kyiv Independent, Selasa (4/8).

Rezaei tidak menyampaikan bukti maupun rincian mengenai target yang disebut telah disiapkan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagangnya di Laut Kaspia pada 25 Juli. Teheran menyebut insiden itu sebagai tindakan agresi dan meminta pertanggungjawaban dari Kyiv.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dan meminta kompensasi atas kerusakan kapal tersebut.

Dalam percakapan itu, menurut laporan Kyiv Independent, Araghchi menyebut insiden tersebut tidak disengaja dan menegaskan Iran tidak ingin memperluas eskalasi.

Sementara itu, Sybiha menegaskan seluruh operasi militer Ukraina bertujuan mempertahankan negaranya dari agresi Rusia dan tidak dimaksudkan untuk menargetkan kapal maupun warga sipil.

Hingga kini belum ada bukti independen yang mengonfirmasi klaim Iran mengenai rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina maupun adanya permintaan maaf resmi dari pemerintah Ukraina di luar pernyataan kedua pihak.**