WASHINGTON — Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan di sebuah restoran di Kota Twin Falls, negara bagian Idaho, Amerika Serikat, Sabtu (1/8) waktu setempat. Selain korban meninggal, sejumlah orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Aparat setempat memastikan situasi telah terkendali setelah pelaku ditemukan dalam kondisi tewas di dekat lokasi kejadian.
Pegawai Informasi Publik Twin Falls, Josh Palmer, mengatakan seluruh perintah perlindungan di lokasi telah dicabut. Sementara itu, Kepala Kepolisian Twin Falls, Matthew Hicks, menegaskan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat.
“Kami yakin ancaman terhadap masyarakat telah berakhir,” kata Hicks.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengumumkan secara resmi jumlah pasti korban maupun identitas mereka. Laporan awal dari media setempat menyebutkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia, namun belum dipastikan apakah pelaku termasuk dalam jumlah tersebut.
Polisi juga masih menyelidiki identitas serta motif di balik aksi penembakan itu. Menurut Hicks, proses investigasi masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kawasan komersial tersibuk di Twin Falls yang dipenuhi hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan. Polisi meyakini hanya ada satu pelaku penembakan, meski kemungkinan keterlibatan pihak lain masih didalami.
Di tengah berkembangnya informasi mengenai insiden itu, Palmer mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang beredar di media sosial karena banyak informasi yang belum terverifikasi.
Penyelidikan atas kasus ini masih terus berlangsung, sementara aparat terus mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari para saksi untuk mengungkap kronologi serta motif penembakan.*
