PALU, MAL – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Tengah bersama DPC kabupaten/kota dan Gekraf Kampus resmi dilantik di Hotel The Sya, Kota Palu, pada Selasa (28/7) malam. Pelantikan serentak ini menandai komitmen Gekrafs Sulawesi Tengah untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif di wilayah tersebut, dengan kepengurusan yang akan bertugas hingga periode 2026–2029.
Pelantikan dilaksanakan secara serentak, mencakup pengurus DPW Gekrafs Sulawesi Tengah, DPC Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, Buol, serta Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor ekonomi kreatif di berbagai pelosok Sulawesi Tengah.
Ketua Panitia, Ucu Susanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Semoga Gekrafs dapat menjadi motor penggerak perkembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah,” kata Ucu Susanto.
Hasan Abdul Kadir, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tengah, menyoroti pentingnya komposisi kepengurusan DPP Gekrafs sebagai modal strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif secara nasional. Ia optimistis kepemimpinan Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian dan Wakil Ketua Umum Abcandra Muhammad Akbar Supratman mampu memperkuat peran sektor ini sebagai pilar utama pertumbuhan.
“Saya yakin komposisi kepengurusan DPP Gekrafs Indonesia mampu mendorong transformasi ekonomi, dari yang bertumpu pada sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif,” ujar Hasan Abdul Kadir, menekankan potensi besar Gekrafs Sulawesi Tengah dalam membawa perubahan.
Hasan menambahkan, meskipun Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, Gekrafs diharapkan dapat menghadirkan pertumbuhan yang lebih inklusif dengan membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang pesat.
Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, menegaskan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Gekrafs harus menjadi wadah yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif agar mampu naik kelas, memperluas pasar, dan bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional,” kata Kawendra Lukistian, memotivasi pengurus yang baru dilantik.
Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengapresiasi semangat tinggi pengurus Gekrafs Sulawesi Tengah yang baru dilantik. Ia berharap semangat ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berbasis pada kreativitas dan inovasi.
“Dunia ekonomi kreatif memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Sejak manusia lahir hingga meninggal, selalu ada produk ekonomi kreatif yang menyertainya,” ujar Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menggambarkan universalitas sektor kreatif.
Abcandra juga mengajak seluruh pengurus Gekrafs di Sulawesi Tengah untuk terus melahirkan gagasan dan program inovatif yang mampu mengembangkan potensi daerah. Ia menekankan agar perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di Kota Palu, melainkan juga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Sebagai seorang anggota DPD RI, Abcandra menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara daerah dan pemerintah pusat. Tujuannya adalah memastikan potensi ekonomi kreatif Sulawesi Tengah memperoleh dukungan serta perhatian yang lebih luas dari kebijakan nasional.
“Saya ingin menjadi jembatan bagi teman-teman di daerah. Potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah harus kita gali bersama agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya, menegaskan peran strategisnya.
Di akhir sambutannya, Abcandra mengajak para kepala daerah untuk senantiasa mendukung dan membina kepengurusan Gekrafs di wilayah masing-masing. Menurutnya, sinergi erat antara pemerintah dan komunitas kreatif adalah kunci utama agar organisasi ini mampu menghadirkan program yang berdampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif dan seluruh masyarakat.
Ia optimistis Gekrafs Sulawesi Tengah akan berkembang menjadi organisasi yang tangguh dan kuat, mengingat dihuni oleh para pelaku usaha serta insan kreatif yang memiliki komitmen kuat dalam membangun daerah melalui sektor ekonomi kreatif.
