JAKARTA, MAL – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui lini bisnis korporatnya, Indosat Business, meluncurkan Solusi Manajemen Energi hari ini guna membantu pengguna energi skala besar memenuhi kewajiban konservasi energi serta mengatasi lonjakan biaya operasional.

Peluncuran ini merespons regulasi pemerintah dan standar internasional yang mewajibkan program konservasi terstruktur.

Pengelolaan energi di Indonesia bergeser dari praktik terbaik menjadi kewajiban, terutama dengan hadirnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 33/2023 dan standar manajemen energi internasional ISO 50001.

Regulasi ini mewajibkan pengguna energi skala besar untuk menerapkan program konservasi energi terstruktur, meliputi pemantauan real-time, sub-metering, dan pelaporan berkala. Banyak perusahaan kesulitan memenuhi ketentuan ini karena biaya energi yang terus melonjak, menghambat implementasi Solusi Manajemen Energi yang optimal.

Konsumsi energi final Indonesia mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir, yaitu 1,276 miliar Setara Barel Minyak (SBM) pada tahun 2024. Sektor industri menyumbang 45,94% dari total kebutuhan nasional, dengan pertumbuhan konsumsi listrik lebih dari 5% setiap tahun.

Tanpa visibilitas real-time, industri dapat kehilangan 10% hingga 30% energi akibat inefisiensi dan pemborosan yang dapat dihindari, menghambat pencapaian target Emisi Nol Bersih Indonesia 2060 meskipun ada Solusi Manajemen Energi.

“Konservasi energi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku industri. PP No. 33/2023 dirancang untuk mendorong pengguna energi skala besar melakukan pemantauan dan pelaporan secara real-time. Solusi yang diluncurkan oleh Indosat Business hari ini menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis yang dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi dan daya saing nasional, tetapi juga membantu industri memenuhi kewajiban kepatuhan serta aspek keberlanjutan mereka,” kata Jisman P Hutajulu, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

“Energi kini telah berkembang dari sekadar biaya operasional menjadi variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas, keandalan, dan daya saing. Kami tidak sekadar memberikan alat pemantau kepada para pelaku usaha, melainkan bekerja sama mendampingi mereka untuk menyelesaikan masalah nyata yang mereka hadapi. Dalam hal ini, kami memadukan kapabilitas jaringan, data, dan AI milik Indosat dengan keahlian operasional mereka di lapangan,” kata Muhammad Danny Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi, kami memiliki posisi unik untuk melakukan hal ini dalam skala besar; jaringan nasional kami telah menjangkau lokasi-lokasi terpencil, menara telekomunikasi, dan fasilitas industri yang menjadi tumpuan pemantauan energi. Kami menyatukan konektivitas, platform, dan managed service dalam satu pintu tanggung jawab tunggal, bukan melalui sistem multi-vendor yang terpisah-pisah. Ini merupakan keunggulan Solusi Manajemen Energi Indosat Business.”

Solusi Manajemen Energi dari Indosat Business didukung oleh AI-driven Intelligence Layer yang terus menganalisis data operasional secara berkelanjutan. Teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi anomali, menghasilkan peringatan prediktif, serta mengidentifikasi berbagai peluang optimasi.

Pendekatan ini membantu perusahaan bertransformasi dari sistem pemeliharaan reaktif dan pelaporan manual menuju operasional yang prediktif dan berbasis data.

Hadir sebagai end-to-end managed service, solusi ini menyatukan perangkat IoT berbasis sensor, konektivitas aman, platform terpusat, serta analitik dalam satu dasbor tunggal. Solusi Manajemen Energi ini menawarkan lima kapabilitas utama lintas industri:

  • Pemantauan Daya: Efisiensi listrik untuk sektor manufaktur, gedung perkantoran, ritel, perbankan, dan pendidikan.

  • Pemantauan Genset & Transformator: Pemantauan kinerja generator, bahan bakar, dan kesehatan aset secara real-time untuk sektor minyak dan gas, pertambangan, menara telekomunikasi, perbankan, dan pusat data.

  • Sistem Pemantauan Baterai: Keandalan daya cadangan untuk operasional yang bersifat krusial.

  • Sistem Penerangan Jalan Umum Pintar: Sistem otomatisasi pencahayaan publik untuk pemerintah dan developer.

  • Pemantauan Air & Gas: Pemantauan utilitas dan deteksi kebocoran untuk kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan kawasan terpadu.

Berbagai kapabilitas ini dirancang untuk membantu perusahaan memangkas biaya utilitas, mengoptimalkan pemanfaatan aset, dan meminimalkan downtime. Melalui pendekatan transparan berbasis data, Solusi Manajemen Energi juga mempermudah pemenuhan persyaratan pelaporan konservasi energi serta pencapaian target ESG perusahaan. ***