PALU, MAL – Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi bin Saggaf Aljufri, mengajak seluruh Abna Alkhairaat untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan Guru Tua Habib Idrus bin Salim Aljufri.

Ajakan ini disampaikan dalam amanatnya pada Munajat Akbar Milad ke-99 Alkhairaat di Kompleks Alkhairaat, Palu, pada Jumat (24/7) malam, menekankan pentingnya organisasi tersebut terus bergerak, bermanfaat, dan menjadi solusi bagi umat.

Dalam pidatonya, Ketua Utama Alkhairaat menegaskan bahwa usia 99 tahun Alkhairaat bukan sekadar perjalanan waktu. Melainkan bukti panjang perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian dalam membangun pendidikan, dakwah, serta pelayanan kepada masyarakat.

“Hampir satu abad Alkhairaat menanam, menyiram, dan menjaga perjuangan. Selama 99 tahun pula Allah menjaga Alkhairaat. Hari ini kita tidak sekadar merayakan angka, tetapi memperingati semangat perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Habib Alwi.

Habib Alwi mengungkapkan, dari Kota Palu, Alkhairaat kini telah berkembang hingga memiliki wilayah kerja di 28 provinsi di Indonesia, termasuk empat provinsi di Tanah Papua, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat.

Perkembangan tersebut, kata Habib, merupakan buah dari pengorbanan para guru, santri, dan tokoh-tokoh Alkhairaat yang mengabdikan diri tanpa pamrih.

Menurutnya, Alkhairaat menjadi gerakan dakwah dan pendidikan yang telah melahirkan jutaan insan berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Karena itu, seluruh Abna Alkhairaat diminta terus menjaga mata rantai perjuangan agar tidak terputus.

“Jangan sampai di tangan kita rantai emas perjuangan ini putus. Jangan sampai di pundak kita amanah Guru Tua melemah. Alkhairaat adalah kita dan kita adalah Alkhairaat. Artinya, Alkhairaat milik umat dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ketua Utama mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat memperbarui niat untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperluas dakwah yang menyejukkan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.

Dalam amanatnya, Habib Alwi juga menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh Abna Alkhairaat.

Pesan pertama adalah untuk menjadi Alkhairaat yang hidup dan bergerak di tengah masyarakat, bukan sekadar simbol yang tertulis di papan nama atau atribut organisasi.

“Jadilah Alkhairaat yang dirasakan manfaatnya oleh umat. Guru dan dai Alkhairaat harus menjadi teladan yang lebih mengedepankan akhlak daripada sekadar ilmu,” tegasnya.

Lebih jauh, Habib Alwi mengatakan bahwa Alkhairaat harus terus menghadirkan manfaat. Menyentuh lapisan masyarakat dengan memperkuat pelayanan pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

Menurutnya, cita-cita Guru Tua mendirikan Alkhairaat adalah membebaskan umat dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

Habib mencontohkan, Alkhairaat harus hadir menyekolahkan anak yatim, mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat yang belum mampu membaca, serta menjadi yang terdepan dalam membantu korban bencana.

Ketua Utama mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat menjaga semangat perjuangan para pendiri organisasi dengan terus mengembangkan lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, jujur, pekerja keras, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan Alkhairaat bukan hanya diukur dari 1.700 sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar lembaga-lembaga itu mampu mengubah kehidupan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Mengakhiri amanatnya, Habib Alwi mengajak seluruh jamaah yang hadir memperbaharui ikrar untuk menjaga dan membesarkan Alkhairaat sebagai amanah Guru Tua serta memohon kepada Allah SWT agar perjuangan organisasi terus mendapat keberkahan dan ridha-Nya.

Munajat Akbar Milad ke-99 Alkhairaat turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Muchlis sebagai perwakilan Gubernur Sulteng, Ketua Umum PB Alkhairaat HS. Mohsen Alaydrus, perwakilan Pangdam Palakawira/XXIII, perwakilan Kapolda Sulteng, jajaran PB Alkhairaat, jamaah, para habaib, ulama, tokoh masyarakat, serta pengurus Alkhairaat dari berbagai daerah.