PALU, MAL – Universitas Tadulako (Untad) menegaskan larangan terhadap pengaruh Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter bagi mahasiswa baru.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Sagaf, saat memberikan arahan pada upacara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Lapangan Upacara Untad, Kota Palu, Jumat (24/7).

Menurut Sagaf, PKKMB merupakan amanah Kementerian Pendidikan yang bertujuan membantu siswa beradaptasi menjadi mahasiswa yang mandiri melalui kegiatan yang edukatif, ramah, bebas perpeloncoan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

Dalam kesempatan itu, ia meminta panitia menambahkan materi tentang pengaruh LGBT dan pendidikan karakter ke dalam rangkaian PKKMB.

“Jangan ada mahasiswa pakai lipstik, perempuan rambut cepak. Itu tidak boleh ada di Untad,” tegas Sagaf.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia agar tidak melakukan praktik perpeloncoan selama pelaksanaan PKKMB. Apabila ditemukan pelanggaran, kata dia, pihak universitas akan menindaklanjutinya melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Untad.

“Kalau ada perpeloncoan, bisa kami serahkan ke Satgas Kekerasan Untad,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rektor Untad, Prof. Amar, menekankan pentingnya menjaga lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan berkarakter. Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta mampu menangkal berbagai pengaruh negatif.

“Bebas dari perundungan, bullying, narkoba, kekerasan seksual, jadikan kampus yang aman dan kondusif, termasuk tidak LGBT,” kata Prof. Amar.

Rektor juga mengajak seluruh mahasiswa baru menjaga nama baik Universitas Tadulako selama menempuh pendidikan.

“Mulai hari ini Anda adalah bagian dari keluarga besar Untad. Mari menjaga marwah Untad agar menjadi kebanggaan universitas. Di luar sana banyak yang berjuang untuk masuk ke Untad, bahkan masih ada lebih dari 1.000 calon mahasiswa yang harus menunggu mengikuti PKKMB tahun depan. Oleh karena itu, kesempatan ini jangan disia-siakan,” ujarnya.

Selain pembentukan karakter, PKKMB juga membekali mahasiswa baru dengan pengenalan sistem akademik, layanan kemahasiswaan, organisasi kemahasiswaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, transformasi digital, serta etika akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut meluncurkan program penghijauan kampus dengan mewajibkan setiap mahasiswa baru menanam satu pohon yang akan dipelihara hingga menyelesaikan studi.

PKKMB Untad Tahun Akademik 2026/2027 dimulai pada 24 Juli dan dilanjutkan pada 27–28 Juli 2026. Upacara pembukaan dihadiri Ketua Senat beserta jajaran, Dewan Pertimbangan Universitas, Ketua Satuan Pengawas Internal, para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, Direktur Pascasarjana, serta unsur pimpinan Universitas Tadulako lainnya.