PALU, MAL – Situasi di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, kembali situasi Nunu Anoa kondusif pada Rabu, 22 Juli, sehari setelah insiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan perumahan memicu keresahan warga. Polresta Palu bergerak cepat untuk menangani perkara ini dan memfasilitasi mediasi guna menjaga ketertiban masyarakat.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena melalui Kapolsek Palu Selatan AKP Kasim Bohari menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari percekcokan rumah tangga di Perumahan MR Palu pada Selasa malam, 21 Juli. Korban berinisial MA, seorang petugas keamanan, berupaya melerai pertengkaran tersebut. Namun, tegurannya justru memicu reaksi dari salah satu pihak yang kemudian diduga melakukan penganiayaan bersama sejumlah rekannya.

Akibat kejadian tersebut, MA mengalami luka dan menjalani perawatan medis. Sementara itu, seorang terduga pelaku berinisial AD telah diamankan oleh pihak kepolisian. Penanganan perkara beserta barang bukti kini telah dilimpahkan kepada penyidik Polresta Palu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKP Kasim Bohari menegaskan bahwa aparat kepolisian bergerak cepat begitu menerima informasi dari keluarga korban. Personel segera diterjunkan ke lokasi untuk mencegah situasi Nunu Anoa kondusif tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan menjaga ketenangan di wilayah tersebut.

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait kedatangan warga dari Kelurahan Nunu ke lokasi kejadian. Menurutnya, tidak terjadi penyerangan antarkelompok warga. “Perlu saya sampaikan bahwa tidak ada penyerangan antara warga. Keluarga korban datang secara spontan untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit,” kata AKP Kasim Bohari, Kapolsek Palu Selatan.

Untuk menjaga keamanan dan memastikan situasi Nunu Anoa kondusif, kepolisian menempatkan personel gabungan dari Polsek Palu Selatan, Polresta Palu, dan Subsektor Tatanga di sejumlah titik. Pengamanan ini dilakukan sejak malam kejadian dan masih berlanjut sebagai langkah antisipatif, terutama di kawasan Jembatan Lalove yang menjadi perbatasan kedua kelurahan.

Atas arahan Kapolresta Palu, kepolisian juga memfasilitasi pertemuan mediasi yang menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai serta komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga situasi Nunu Anoa kondusif dapat terjaga.

AKP Kasim Bohari mengingatkan bahwa masyarakat di kedua kelurahan memiliki hubungan kekerabatan yang erat, sehingga diharapkan menjadi modal penting dalam memulihkan hubungan pascakejadian. “Antara Nunu dan Anoa ini masih keluarga. Jadi lebih mudah untuk menyelesaikannya secara baik,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami perkara sehingga jumlah pihak yang diperiksa belum diumumkan secara resmi. Kepolisian mengimbau masyarakat tetap menjaga ketenangan, tidak mudah mempercayai isu yang belum jelas kebenarannya, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum demi menjaga situasi Nunu Anoa kondusif.