SIGI, MAL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi merefleksikan perjalanan panjang daerah itu bangkit dari berbagai bencana.
Seorang pemuda Sigi menyerukan pentingnya peran aktif dalam pemulihan ekonomi Sigi pascabencana.
Pascagempa bumi, likuefaksi, dan tsunami Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, masyarakat Sigi terus membangun daerah dengan semangat persatuan, gotong royong, dan ketangguhan. Ketangguhan ini menjadi kekuatan utama dalam pemulihan ekonomi.
Abdurahman, seorang pemuda Sigi yang juga Koordinator Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kabupaten Sigi dan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah (HMPM ES) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hadir dalam rangkaian HUT ke-18 Sigi.
Kehadirannya mendukung upaya pembangunan dan pemulihan daerah secara berkelanjutan.
Abdurahman menyatakan, tema “Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso” mencerminkan nilai-nilai yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Sigi sejak dilanda bencana.
Semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial harus terus dipelihara sebagai modal sosial untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan.
Berbekal latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi Syariah, Abdurahman menilai proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Katanya, pemulihan ekonomi yang berkelanjutan harus diiringi penguatan ekonomi masyarakat.
Penguatan tersebut meliputi pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi berbasis desa, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengelolaan dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif. Instrumen ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
“Gempa telah mengajarkan kita arti ketangguhan. Kini saatnya menjadikan semangat ‘Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso’ sebagai energi untuk membangun ekonomi masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan berkelanjutan,” kata Abdurahman.
Dia menambahkan, pemulihan sejati tak hanya membangun kembali bangunan yang roboh, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarga. Hal ini termasuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sigi.
Abdurahman menekankan, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi Kabupaten Sigi.
Pemuda harus menjadi pendorong inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Dengan bekal pendidikan, kompetensi, serta semangat pengabdian kepada daerah, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi dan gagasan inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Abdurahman.
Koordinator KPK Kabupaten Sigi itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, menurutnya, hanya dapat terwujud apabila didukung oleh pemerintahan yang berintegritas, bebas dari praktik korupsi, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. ***

