PALU, MAL – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tengah mendorong adanya sinkronisasi program Beasiswa Berani Cerdas yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulteng dengan program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di tingkat pusat.
Dorongan ini disampaikan dalam Seminar Pendidikan Nasional 2026 bertajuk “Berani Cerdas: Transformasi Pendidikan Sulawesi Tengah Menuju SDM Unggul dan Berdaya Saing Nasional” yang dibuka oleh Ketua PW Muhammadiyah Sulteng Muh. Amin Parakasi pada Senin, 22 Juni, di Universitas Muhammadiyah Palu.
Ketua DPD IMM Sulteng Adityawarman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas inisiasi Program Beasiswa Berani Cerdas. Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas keresahan generasi muda terkait akses pendidikan yang layak.
“Oleh karena itu, kami berharap kepada Bapak dan Ibu Wakil Menteri agar program beasiswa daerah yang telah berjalan dengan baik ini dapat disinkronkan dan diintegrasikan ke dalam program strategis kementerian di tingkat pusat,” kata Adityawarman.
Adityawarman melanjutkan, pemerataan pendidikan di kawasan Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Tengah, dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat dengan adanya sinkronisasi Beasiswa Berani Cerdas ini.
Muh. Amin Parakasi, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, membuka seminar tersebut di Gedung Banua Kaili, Universitas Muhammadiyah Palu. Ia mengapresiasi DPD IMM Sulteng atas berbagai capaian dan aktivitas organisasi yang dianggap mampu memperkuat dakwah, persatuan, serta kontribusi mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga menyebut, Sulawesi Tengah resmi dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional IMM setelah kader menunjukkan komitmen penuh untuk menyukseskan agenda tersebut. Harapannya, kepercayaan ini dapat menjadi momentum bagi kader IMM Sulteng untuk terus berprestasi dan berkontribusi.
Pembicara utama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menyoroti tantangan besar Indonesia di bidang pendidikan tinggi. Ia membandingkan angka partisipasi pendidikan tinggi Indonesia yang masih di kisaran 34 persen, jauh di bawah Singapura yang mencapai lebih dari 90 persen.
Menurut Fauzan, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat Indonesia tidak cerdas, melainkan ada potensi besar yang harus dikembangkan melalui pendidikan. Ia mencontohkan Korea Selatan yang sukses membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam, sejalan dengan semangat Ki Hajar Dewantara.
Dalam konteks Sulawesi Tengah, Fauzan menilai program “Berani Cerdas” yang diusung Gubernur Sulteng merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya untuk kepentingan daerah tetapi juga untuk pembangunan nasional. Sinkronisasi Beasiswa Berani Cerdas ini akan sangat membantu upaya tersebut.
Ketua DPP IMM Ode Rizki Prabtama mengatakan, pihaknya mengawal Program Berani Cerdas yang digagas Pemprov Sulteng karena tujuannya baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
DPP IMM sendiri memiliki lima gerakan nasional, yakni Gerakan Nasional Penanaman Dua Juta Pohon, 1.000 Desa Binaan, 500 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengentasan Masalah Kesehatan Mental, dan Penguatan Riset.
Selain itu, DPP IMM menjalankan program Jasman English Scholarship sejak 2019, pembinaan intensif bahasa Inggris bagi kader yang ingin melanjutkan studi magister (S2) maupun doktoral (S3). Sebanyak 24 lulusan program ini telah melanjutkan studi di luar negeri melalui berbagai beasiswa.
“Kami berkomitmen membangun kualitas kader melalui peningkatan kompetensi, bukan melalui pendekatan lobi atau kedekatan tertentu,” kata Ode Rizki Prabtama.
Ia menekankan, program Jasman English Scholarship sangat relevan dengan upaya Pemprov Sulteng dalam mewujudkan Program Berani Cerdas. Tujuannya sama, yaitu menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia mendorong agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi terbaik, didukung oleh program seperti Beasiswa Berani Cerdas. ***

