SIGI, MAL – Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi, Yahya A. Landua, menyatakan bahwa seluruh madrasah Alkhairaat Sigi tidak mengalami kerusakan pasca gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter yang melanda wilayah tersebut, Selasa (16/06).
Kabar ini disampaikan di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sigi.
Yahya A. Landua menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan dari Pengurus Cabang maupun Kepala Madrasah Alkhairaat Sigi terkait adanya kerusakan akibat gempa.
Pihaknya terus memantau kondisi bangunan dan meminta agar setiap kerusakan di lingkungan madrasah Alkhairaat Sigi, sekecil apapun, segera dilaporkan.
“Sampai saat ini belum ada laporan dari Pengcab maupun Kepala Madrasah Alkhairaat terkait adanya kerusakan yang dialami sekolahnya akibat gempa,” kata Yahya A. Landua, Ketua Komda Alkhairaat Kabupaten Sigi, Rabu (17/6).
Pentingnya pelaporan cepat ini ditekankan Yahya A. Landua lantaran menyangkut fasilitas pendidikan yang harus tetap berjalan dan tidak boleh terhambat. Keberadaan madrasah Alkhairaat Sigi yang fungsional sangat vital untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak bencana.
Selain itu, dalam upaya mengurangi beban saudara-saudara yang terdampak bencana, Yahya A. Landua juga menghimbau seluruh pengurus Komda Alkhairaat serta para guru untuk menyisihkan sedikit keuangannya. Bantuan ini nantinya akan diserahkan kepada mereka yang tertimpa musibah gempa Sigi.
“Dengan bantuan yang kita berikan secara ikhlas setidaknya bisa mengurangi beban mereka yang tertimpa musibah,” tutup Yahya A. Landua.
Sebagai informasi, bencana alam gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter diketahui terjadi di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi, telah merusak bangunan warga dan fasilitas umum. Pentingnya peran lembaga pendidikan seperti madrasah dalam pemulihan pascabencana menjadi sorotan.

