PALU – Universitas Tadulako (Untad) memperkuat langkah kemandirian digitalnya dengan meluncurkan aplikasi One Kliks SIGA 8 Mobile yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran, Jumat (12/6).
Peluncuran ini menandai pengembangan sistem layanan kampus yang dibangun secara internal tanpa ketergantungan penuh pada pihak eksternal.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam membangun ekosistem digital terintegrasi untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data.
Acara peluncuran dihadiri jajaran pimpinan universitas, Senat Universitas, Dewan Pertimbangan, Satuan Pengawas Internal (SPI), para wakil rektor, dekan, direktur, kepala lembaga, kepala biro, hingga ketua program studi serta sivitas akademika di lingkungan Untad.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menegaskan bahwa pengembangan One Kliks SIGA 8 Mobile merupakan bukti kemampuan institusi dalam membangun sistem digital secara mandiri.
Menurutnya, langkah ini memperkuat posisi Untad sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang sistem digital sesuai kebutuhan internal kampus.
“Ini merupakan bentuk komitmen Untad dalam mempercepat transformasi digital sekaligus membangun kemandirian sistem layanan akademik dan administrasi,” ujar Rektor.
One Kliks SIGA 8 Mobile dirancang sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan berbagai layanan kampus dalam satu aplikasi. Mulai dari layanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, keuangan, hingga kepegawaian.
Konsep “one klik” yang diusung memungkinkan sivitas akademika mengakses berbagai informasi dan layanan kampus secara lebih cepat dan sederhana dalam satu sistem terpadu.
Saat ini, aplikasi tersebut sudah dapat digunakan pada perangkat berbasis Android, sementara pengembangan untuk iOS masih terus dilakukan dan ditargetkan segera rampung.
Rektor menjelaskan, pengembangan sistem ini juga ditujukan untuk memperkuat integrasi data di lingkungan kampus. Seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi hingga tata kelola keuangan dan kepegawaian akan terhubung dalam satu sistem berbasis data.
Di bidang kepegawaian, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan ketertiban dan akurasi data dosen serta tenaga kependidikan.
Sementara di sektor keuangan, digitalisasi diarahkan untuk mempercepat proses perencanaan hingga pelaporan secara lebih transparan dan akuntabel.
Mahasiswa juga menjadi salah satu pihak yang akan merasakan dampak langsung dari implementasi aplikasi ini, terutama dalam kemudahan akses layanan akademik dan administrasi kampus.
Rektor menekankan bahwa transformasi digital di Untad tidak hanya menyasar aspek teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja di lingkungan kampus.
“One Kliks ini harus menjadi simbol perubahan cara kerja menuju sistem berbasis data. Bukan hanya digitalisasi, tetapi juga transformasi pola pikir agar lebih cepat, tepat, dan produktif,” tegasnya.

